Pantauan Drone Deteksi Titik Potensi Karhutla di Sekitar Bandara APT Pranoto
- 16 Sep 2026 05:18 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur bersama personel AMC Bandara APT Pranoto melakukan pemantauan udara menggunakan drone terhadap sejumlah titik indikasi kebakaran di sekitar Bandara APT Pranoto, Samarinda, Selasa 15 September 2026.
Pemantauan dilakukan sebagai langkah deteksi dini untuk mengetahui kondisi terkini sejumlah titik yang sebelumnya terindikasi mengalami kebakaran maupun masih berpotensi terbakar. Kegiatan tersebut melibatkan empat personel, terdiri dari dua personel BPBD Provinsi Kaltim dan dua personel AMC Bandara APT Pranoto.
Dari pemantauan melalui Runway 04, tim menemukan empat titik pada area yang menjadi sasaran pemantauan. Jarak titik tersebut dari posisi pemantauan diperkirakan sekitar 954 meter dengan ketinggian penerbangan drone mencapai sekitar 70 meter.
Dari empat titik tersebut, tiga di antaranya merupakan sisa area yang telah terbakar, sedangkan satu titik lainnya dinilai masih berpotensi terbakar. Titik yang berpotensi terbakar tersebut berada di sekitar kandang ayam milik warga.
Pada tiga lokasi sisa area terbakar, tim juga menemukan keberadaan tiga pondok milik warga. Meski demikian, selama pemantauan berlangsung tidak terlihat adanya aktivitas mencurigakan di sekitar pondok-pondok tersebut.
Pemantauan dari Runway 04 berlangsung mulai pukul 14.25 hingga 14.50 WITA. Tim kemudian melanjutkan pemantauan dari Runway 22 pada pukul 15.08 hingga 16.25 WITA.
Dari pemantauan melalui Runway 22, tim kembali menemukan empat titik api yang berada di area sisa bekas terbakar. Di lokasi tersebut juga terdapat dua pondok warga yang masuk dalam area pemantauan.
Kegiatan pemantauan udara menghadapi sejumlah kendala. Kondisi angin yang cukup kencang membuat pergerakan drone menjadi terbatas. Selain itu, proses pemetaan atau mapping belum dapat dilakukan secara optimal karena adanya pembatasan jarak yang diberlakukan oleh otoritas bandara.
Ruang gerak drone juga dibatasi karena kegiatan dilakukan di sekitar kawasan operasional Bandara APT Pranoto. Kondisi tersebut membuat tim harus menyesuaikan penerbangan dengan aspek keselamatan dan ketentuan operasional di kawasan bandara.
Meski belum dapat melakukan pemetaan secara menyeluruh, hasil pemantauan memberikan gambaran mengenai sejumlah titik yang perlu mendapatkan perhatian. Terutama lokasi yang masih memiliki potensi terbakar dan berada tidak jauh dari kawasan permukiman maupun fasilitas milik warga.
Sebagai tindak lanjut, pemantauan udara menggunakan drone akan kembali dilakukan pada Rabu 16 September 2026 sekitar pukul 10.00 WITA. Pemantauan lanjutan tersebut ditujukan untuk melihat perkembangan kondisi titik-titik yang telah teridentifikasi.
Tim akan memberikan perhatian khusus terhadap area yang masih berpotensi terbakar. Pemantauan secara berkala diharapkan dapat membantu mendeteksi perubahan kondisi di lapangan sekaligus mendukung upaya penanganan apabila kembali ditemukan titik api.
Berdasarkan hasil pemantauan, sejumlah titik yang teridentifikasi merupakan sisa area terbakar dan terdapat beberapa titik yang masih berpotensi terbakar. Keberadaan pondok warga juga menjadi salah satu aspek yang turut diperhatikan dalam kegiatan pemantauan.
Selama kegiatan berlangsung, tidak ditemukan aktivitas mencurigakan di sekitar pondok warga. Namun, pemantauan lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan kondisi titik-titik tersebut dan mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali kebakaran di sekitar kawasan Bandara APT Pranoto.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....