Pangdam Mulawarman Siapkan 5.448 Personel Tangani Karhutla Kaltim

  • 14 Sep 2026 21:23 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Nusantara – Kodam VI/Mulawarman menyiapkan 5.448 personel untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.

Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono mengatakan penanganan karhutla dilakukan melalui tiga fase, mulai dari pencegahan hingga rehabilitasi lahan dan ekosistem.

Fase pertama merupakan pra-karhutla dengan menyiapkan posko terpadu hingga tingkat desa dan kelurahan. Posko tersebut digunakan untuk mendukung patroli rutin serta deteksi dini terhadap potensi kebakaran.

Selain itu, TNI melakukan edukasi kepada masyarakat dan menyiapkan berbagai aset untuk mendukung mitigasi karhutla. Personel dari unsur terkait juga dilibatkan langsung dalam kegiatan penanggulangan di lapangan.

“Yang pertama itu fase pra-karhutla. Kami coba menyiapkan sampai dengan tingkat desa kelurahan yaitu posko terpadu untuk patroli rutin dan deteksi dini,” katanya dalam rapat koordinasi penanganan karhutla di Kaltim, Senin, 14 September 2026.

Fase kedua difokuskan pada penanganan karhutla melalui tindakan cepat dan terkoordinasi. Termasuk pelaksanaan evakuasi bagi warga yang terdampak kebakaran.

Sementara fase ketiga berkaitan dengan penegakan hukum. Setelah kondisi kebakaran terkendali, Kodam juga akan mendukung rehabilitasi lahan dan ekosistem serta evaluasi dan perbaikan standar operasional prosedur.

Untuk mendukung operasi tersebut, Kodam VI/Mulawarman mengerahkan 5.448 personel yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Kaltim.

Selain personel, sejumlah peralatan telah disiapkan, di antaranya 27 unit truk pemadam dan tiga unit truk tangki. Kemudian dua kendaraan khusus karhutla serta 46 truk pengangkut personel.

Dukungan lainnya mencakup enam kendaraan pendukung karhutla dan 14 mobil patroli. Untuk kesiapsiagaan kesehatan, tersedia 25 unit ambulans serta 141 sepeda motor yang dapat digunakan menuju lokasi yang sulit dijangkau kendaraan.

Krido mengatakan penanganan karhutla dilakukan melalui kolaborasi dengan Kepolisian, BPBD, Manggala Agni dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan agar seluruh titik kebakaran dapat ditangani secara bersama-sama.

Ia juga mengingatkan bahwa karhutla bukan persoalan baru bagi Kaltim. Berdasarkan data Sipongi yang disampaikannya, sekitar 68 ribu hektare lahan di Kaltim terbakar pada 2019.

Menurutnya, kondisi 2026 memiliki sejumlah kemiripan dengan siklus tersebut, terutama terkait fenomena El Niño, angin kencang dan cuaca ekstrem. Namun, berbagai langkah penanganan bersama dinilai telah membantu meminimalkan dampak kebakaran.

“Kami siap jajaran TNI untuk bersama-sama melakukan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Pangdam juga berharap kondisi cuaca kembali mendukung penanganan karhutla. Ia menyebut hujan diharapkan kembali turun pada awal November sehingga upaya rehabilitasi lahan dan ekosistem dapat segera diperkuat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....