Kaltim Padukan Teknologi dan Hukum Tegas untuk Cegah Karhutla Meluas
- 16 Sep 2026 05:28 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Balikpapan - Kalimantan Timur memperketat mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memadukan teknologi deteksi dini, sinergi lintas instansi, serta penegakan hukum pidana yang tegas.
Langkah terintegrasi ini dibahas dalam rapat teknis penanganan darurat karhutla di Bendungan Sepaku Semoi, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Senin, 14 September 2026.
Pertemuan strategis ini dihadiri oleh Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, Kepala Otorita IKN (OIKN) Basuki Hadimuljono, serta Kapolda Kaltim Irjen Pol. Endar Priantoro.
Polda Kaltim mengandalkan aplikasi digital "Lembuswana" untuk memantau sebaran titik panas (hotspot) secara waktu nyata (real-time), yang kemudian langsung diverifikasi ke lapangan oleh personel polres dan polsek.
"Setiap indikasi titik api harus segera ditindaklanjuti. Kecepatan dalam melakukan verifikasi dan respons di lapangan menjadi sangat penting untuk mencegah kebakaran berkembang dan meluas," ujar Kapolda Kaltim Irjen Pol. Endar Priantoro.
Kapolda juga menekankan langkah pencegahan tidak akan efektif tanpa adanya kepatuhan hukum dari seluruh pihak.
"Pencegahan harus berjalan beriringan dengan penegakan hukum. Ketika ada unsur pidana, proses hukum harus dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan," ujar Irjen Pol. Endar Priantoro.
Selain itu beberapa langkah telah dilakukan Polda Kaltim, antara lain:
Penetapan Tersangka: Polda Kaltim telah memproses 47 laporan dan menetapkan 16 orang sebagai tersangka karhutla, dengan total luas lahan terbakar dalam kasus tersebut mencapai 2.264,14 hektare.
Operasi Aman Nusa II: Selama periode 25 Agustus hingga 13 September 2026, tercatat 3.911 titik panas, dengan 2.016 titik di antaranya terverifikasi sebagai titik api aktif yang melahap sekitar 2.069 hektare lahan.
Fokus Kawasan Rawan: Wilayah Berau, Kutai Timur, Paser, Kutai Kartanegara, dan Kutai Barat menjadi atensi utama karena kendala geografis dan dampak fenomena El Nino. Polda Kaltim turut mendorong prioritas Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kabupaten Berau.
Perlindungan Wilayah IKN: Kepala OIKN Basuki Hadimuljono dan BNPB menginstruksikan intensifikasi patroli darat, penguatan sarana regu pemadam, serta kesiapan dukungan pengeboman air (water bombing) guna mengamankan kawasan strategis nasional di Ibu Kota Nusantara dan sekitarnya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....