Kabut Asap Selimuti Balikpapan, Kualitas Udara Turun dan ISPA Meningkat

  • 17 Sep 2026 19:35 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID,Balikpapan - Kota Balikpapan diselimuti kabut asap tipis pada Kamis, 17 September 2026, yang memicu penurunan kualitas udara dan jarak pandang di sejumlah wilayah. Fenomena ini diduga kuat dipicu oleh kiriman asap akibat titik panas atau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah sekitar Kalimantan Timur yang terbawa embusan angin musim kemarau.

Menjelang sore, titik kebakaran hutan di wilayah Kalimantan Timur tidak dapat terlihat jelas melalui satelit pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) karena tertutup awan. "Saat ini sumbernya tidak begitu jelas terlihat karena adanya tutupan awan," ujar Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Huda Abshor Mukhsinin.

Jarak pandang di jalur utama seperti Jalan Jenderal Sudirman dan kawasan pesisir turun hingga di bawah 3 kilometer pada pagi hari, namun operasional penerbangan di Bandara Internasional SAMS Sepinggan dilaporkan masih berjalan normal dengan pemantauan ketat. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di stasiun pemantau lokal menunjukkan status sedang menuju tidak sehat, dengan peningkatan konsentrasi partikel debu halus yaitu 2,5 mikrometer atau lebih kecil (sekitar 30 kali lebih tipis dari sehelai rambut manusia).

Sebaran asap yang terpantau di Balikpapan diduga berasal dari karhutla yang terjadi di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Selain itu, terdapat pula titik panas yang terdeteksi di sekitar Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, dengan tingkat kepercayaan yang tinggi.

"Kondisi arah dan kecepatan angin mendukung untuk penyebaran asap dari daerah tersebut sampai ke wilayah Balikpapan," ujar Huda. Kementerian Lingkungan Hidup mencatat bahwa Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang saat ini dirasakan di Balikpapan berada pada kategori sedang.

Dampak kabut asap pun mulai terasa dengan peningkatan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Berdasarkan data resmi Dinkes Balikpapan, akumulasi penderita gangguan pernapasan sepanjang Agustus tercatat mencapai 7.105 kasus, mencakup ISPA, influenza, hingga selesma (common cold). Tren peningkatan ini terus berlanjut hingga pertengahan September. Dinas Kesehatan Kota Balikpapan mengimbau warga, khususnya kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penderita asma, untuk membatasi kegiatan di luar ruangan serta mengenakan masker medis jika harus bepergian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....