Mudyat Noor Antar Jenazah Mantan Wabup PPU Mustaqim MZ

  • 15 Sep 2026 12:04 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Penajam – Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya mantan Wakil Bupati PPU Mustaqim MZ. Mudyat turut mengantar jenazah almarhum dari rumah duka hingga ke pemakaman, Selasa 15 September 2026.

Mustaqim MZ merupakan Wakil Bupati PPU yang menjabat selama dua periode, yakni 2009–2013 dan 2013–2018.

Mudyat Noor hadir di rumah duka yang berada di Desa Girimukti, Kecamatan Penajam. Ia kemudian turut mengantar jenazah almarhum ke Tempat Pemakaman Umum Kilometer 04 Nenang, Penajam.

Kehadiran Mudyat menjadi bentuk penghormatan pemerintah daerah atas pengabdian Mustaqim MZ selama menjalankan tugas sebagai Wakil Bupati PPU.

“Atas nama pribadi, keluarga dan Pemerintah Kabupaten PPU, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Bapak H. Mustaqim MZ,” kata Mudyat Noor.

Ia mendoakan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Mudyat juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan menghadapi kepergian almarhum.

Dalam kesempatan tersebut, Mudyat didampingi Sekretaris Daerah PPU Tohar dan sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten PPU.

Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar, juga menyampaikan penghargaan atas pengabdian Mustaqim MZ selama menjalankan tugas pemerintahan di Kabupaten PPU.

“Atas nama pimpinan dan Pemerintah Daerah Kabupaten PPU, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pengabdian beliau bagi daerah yang kita cintai,” ujar Tohar.

Menurut Tohar, Mustaqim telah memberikan warna dalam dinamika perjalanan dan perkembangan pemerintahan Kabupaten PPU. Karena itu, masyarakat diajak mengenang almarhum melalui berbagai kebaikan dan jasa yang telah diberikan semasa hidup.

Tohar mengatakan setiap manusia memiliki kekurangan dan kesalahan. Namun, kebaikan yang pernah dilakukan seseorang perlu dijadikan bagian dari kenangan bagi keluarga dan masyarakat.

“Betapapun hebatnya dan luar biasanya kita, tentu ada sisi-sisi kekurangan. Mari sisi yang kurang baik kita pendam dalam-dalam,” ucapnya.

Ia berharap berbagai kebaikan yang dilakukan Mustaqim selama hidup menjadi amal yang terus mengalir. Doa juga disampaikan agar almarhum mendapat balasan terbaik dari Allah SWT.

Tohar menambahkan, takziah tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum. Momentum tersebut juga menjadi pengingat bagi setiap orang bahwa kehidupan manusia pada akhirnya akan berakhir.

“Kami berharap mudah-mudahan hikmah dari kita bertakziah mampu melembutkan hati dan rasa kita. Pada akhirnya kita juga akan seperti beliau,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....