APSAI PPU Dikukuhkan, Dunia Usaha Didorong Jadi Sahabat Anak

  • 15 Sep 2026 09:16 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Penajam – Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia atau APSAI Kabupaten Penajam Paser Utara resmi dikukuhkan untuk periode 2026–2031. Kehadiran APSAI diharapkan memperkuat peran dunia usaha dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Pengukuhan APSAI PPU dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting oleh Ketua Umum APSAI Pusat Wida Septarina dari Jakarta, Senin, 14 September 2026.

Bupati PPU Mudyat Noor mengapresiasi terbentuknya kepengurusan APSAI di daerah. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha penting untuk mendukung terciptanya lingkungan yang aman, sehat dan layak bagi anak.

Mudyat mengatakan keberhasilan pembangunan daerah tidak cukup hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi, infrastruktur maupun investasi. Pembangunan juga harus memastikan anak mendapatkan perlindungan, pendidikan, kesehatan dan kesempatan untuk berkembang.

Karena itu, perusahaan didorong tidak hanya berorientasi pada kegiatan usaha dan kontribusi ekonomi. Dunia usaha juga dapat menjadi mitra pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang ramah dan mendukung tumbuh kembang anak.

Melalui APSAI, Mudyat berharap perusahaan di PPU semakin aktif menghadirkan kebijakan dan program yang berpihak pada kepentingan anak. Program tersebut dapat mencakup dukungan pendidikan dan kesehatan, pencegahan kekerasan serta perlindungan anak dari eksploitasi.

“Prinsip-prinsip perlindungan dan pemenuhan hak anak tidak hanya ditempatkan sebagai bagian dari program CSR semata. Lebih jauh, prinsip tersebut dapat menjadi bagian dari budaya dan tata kelola perusahaan,” kata Mudyat Noor.

Ia juga meminta pengurus APSAI PPU periode 2026–2031 mengidentifikasi kebutuhan anak di daerah. Program yang disusun diharapkan konkret, terukur dan memberikan manfaat langsung bagi anak-anak.

Sementara itu, Ketua Umum APSAI Pusat Wida Septarina mengatakan kepentingan terbaik anak perlu menjadi bagian dari cara perusahaan menjalankan kegiatan bisnis.

Menurut Wida, pertumbuhan ekonomi dan pembangunan harus memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat, termasuk memastikan anak memperoleh rasa aman dan kesempatan untuk berkembang.

“Anak-anak tidak hanya menjadi penonton dari pembangunan. Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang menghadirkan rasa aman, kesempatan dan kehidupan yang lebih bermartabat bagi setiap anak,” ujarnya.

Wida menilai APSAI PPU dapat menjadi jembatan antara pemerintah daerah, dunia usaha, masyarakat dan organisasi yang memiliki kepedulian terhadap anak. Kolaborasi tersebut menurutnya tidak cukup diwujudkan melalui program CSR semata.

Dunia usaha juga diharapkan menerapkan kebijakan ramah keluarga, menyediakan lingkungan kerja yang aman, mencegah eksploitasi anak, memastikan produk yang aman serta mendukung pendidikan dan kesehatan.

Kegiatan pengukuhan turut dihadiri Sekda PPU Tohar, Asisten I Pemkab PPU Nicko Herlambang, kepala organisasi perangkat daerah dan sejumlah pejabat terkait.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....