Panen Melon P2L Bhayangkari PPU Capai Sembilan Ton

  • 27 Agt 2026 13:25 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Penajam Paser Utara – Pemanfaatan lahan produktif melalui Program Pekarangan Pangan Lestari atau P2L Bhayangkari PPU kembali menghasilkan panen melon dalam jumlah besar.

Panen kedua di Pondok Belanda, Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Rabu, 26 Agustus 2026, menghasilkan sekitar 9 ton melon dari lahan seluas 5.000 meter persegi.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa lahan yang dikelola secara produktif dapat memberikan manfaat lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan pangan. Budidaya melon juga membuka peluang ekonomi sekaligus menjadi contoh pemanfaatan lahan secara berkelanjutan.

Program ini dikelola Bhayangkari Cabang Penajam Paser Utara bersama jajaran Polres PPU. Pengelolaan di lapangan dilakukan Brigpol Ahmad Jainuri dari Satbinmas Polres PPU yang memaparkan proses budidaya mulai dari penanaman hingga panen.

Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara mengatakan keberhasilan panen menjadi gambaran pentingnya kerja bersama dalam mengembangkan ketahanan pangan berbasis pemanfaatan lahan.

“Panen melon ini merupakan hasil dari kerja keras, kebersamaan, dan komitmen seluruh pihak dalam mendukung ketahanan pangan,” ujar Andreas.

Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan makanan. Pemanfaatan lahan yang ada secara optimal juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian masyarakat.

Karena itu, program seperti P2L dinilai memiliki manfaat yang dapat dikembangkan lebih luas. Lahan yang sebelumnya kurang produktif dapat diarahkan menjadi ruang budidaya yang menghasilkan pangan sekaligus memberikan nilai ekonomi.

“Kami berharap program seperti ini terus berkembang dan mampu memberikan manfaat, sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat dalam memanfaatkan lahan produktif,” katanya.

Hasil panen sekitar sembilan ton dari lahan setengah hektare juga menunjukkan potensi budidaya hortikultura apabila dilakukan melalui pengelolaan yang terencana. Namun, keberlanjutan program tetap membutuhkan perawatan, pendampingan, serta pengelolaan hasil setelah panen.

Ketua Cabang Bhayangkari Polres PPU Ny. Ayu Alek mengatakan capaian panen kedua menjadi motivasi untuk terus mengembangkan P2L. Program tersebut sekaligus diarahkan untuk mengenalkan pemanfaatan lahan produktif kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan sejumlah unsur. Selain Polri dan Bhayangkari, panen turut dihadiri perwakilan PT Asiana Chemicalindo Lestari, mahasiswa KKN, serta personel Polres PPU.

Keterlibatan berbagai pihak memperlihatkan bahwa pengembangan ketahanan pangan membutuhkan kolaborasi. Pemerintah, lembaga, masyarakat, dunia usaha, maupun lingkungan pendidikan dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

Bagi masyarakat, model P2L juga dapat menjadi inspirasi untuk memanfaatkan pekarangan atau lahan yang tersedia. Tidak semua lahan harus dibiarkan kosong ketika memiliki potensi untuk menghasilkan tanaman pangan atau komoditas hortikultura.

Panen melon tersebut akhirnya tidak hanya berbicara tentang jumlah produksi. Ada pesan lebih luas mengenai bagaimana lahan, pengetahuan, dan kerja bersama dapat diubah menjadi sumber pangan sekaligus peluang ekonomi bagi masyarakat.

Program P2L Bhayangkari Cabang PPU diharapkan terus berkembang dan tidak berhenti pada satu siklus panen. Keberlanjutan budidaya menjadi penting agar manfaat ketahanan pangan dan nilai ekonomi dari lahan produktif dapat dirasakan dalam jangka panjang.



google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....