OIKN Minta Tambahan Personel dan Mobil Damkar Hadapi Karhutla

  • 14 Sep 2026 21:20 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Nusantara – Otorita Ibu Kota Nusantara meminta tambahan personel patroli darat dan mobil pemadam untuk memperkuat penanganan karhutla. OIKN juga memastikan kualitas udara di IKN masih aman.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan kebutuhan tambahan personel diperlukan karena sebagian Polhut OIKN saat ini sedang menjalani pelatihan di Banyubiru.

Menurut Basuki, penguatan patroli darat penting untuk memastikan titik kebakaran yang telah dipadamkan tidak kembali menyala. Hal tersebut menjadi perhatian setelah sejumlah lokasi yang sebelumnya dinyatakan padam kembali ditemukan asap.

“Untuk itu kami memohon kepada Bapak Kapolda mungkin dan Bapak TNI untuk dapat menambah personel dalam rangka patroli darat ini,” katanya dalam rapat koordinasi penanganan karhutla di Kaltim, Senin, 14 September 2026.

Basuki mengatakan OIKN sebelumnya telah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC sejak akhir Agustus. Saat itu, OMC diarahkan untuk meningkatkan ketersediaan air di Bendungan Sepaku Semoi sebagai salah satu sumber air baku IKN.

Upaya tersebut menghasilkan hujan di wilayah hulu Sungai Sepaku Semoi. Kondisi itu turut membantu meningkatkan volume tampungan Bendungan Sepaku Semoi yang kini disebut mencapai sekitar 13 juta meter kubik dari kapasitas normal 16 juta meter kubik.

Kapasitas Bendungan Sepaku Semoi sendiri sebesar 16 juta meter kubik dan menjadi salah satu sumber air baku IKN. Bendungan tersebut dirancang mampu menyediakan air baku hingga 2.500 liter per detik.

Selain menjaga ketersediaan air, OIKN juga terus memperkuat penanganan karhutla melalui pemadaman darat dan udara. Pada awal September, OIKN bersama BNPB, TNI AU dan BMKG telah menyiapkan water bombing di sejumlah titik prioritas.

Basuki menyebut dua helikopter BNPB juga telah dikerahkan untuk melakukan water bombing . Meski sejumlah titik sempat dinyatakan padam, kebakaran kembali muncul di beberapa lokasi, termasuk kawasan Bukit Tengkorak.

Kondisi tersebut menunjukkan pemadaman perlu diikuti patroli dan pemantauan berkelanjutan. OIKN sebelumnya juga melaporkan patroli dilakukan untuk memastikan lokasi yang telah dipadamkan tidak kembali memunculkan titik api.

Untuk mendukung pemadaman dari darat, Basuki menyebut OIKN saat ini baru memiliki dua mobil pemadam kebakaran. Karena itu, pihaknya meminta BNPB membantu penambahan kendaraan pemadam.

“Kemudian peralatan, kami hanya baru mempunyai dua mobil damkar. Nah, kami mohon kalau Bapak Kepala BNPB bisa dapat membantu kami mengadakan beberapa mobil damkar lagi,” ucapnya.

Di sisi lain, OIKN telah memasang 22 sensor untuk memantau kualitas udara di kawasan IKN. Berdasarkan pemantauan tersebut, Basuki menyebut indeks kualitas udara atau Air Quality Index di IKN masih berada di bawah angka 50.

“Air Quality Index kami di IKN kurang dari 50. Jadi masih sangat baik dan aman untuk kesehatan kita,” katanya.

Basuki juga menyoroti mekanisme penggunaan Dana Siap Pakai atau DSP untuk penanganan bencana. Menurutnya, mekanisme tersebut perlu dipahami pemerintah daerah agar penanganan bencana tidak terhambat persoalan ketersediaan anggaran di awal.

Ia menilai pemerintah daerah perlu bergerak terlebih dahulu sesuai kebutuhan penanganan, kemudian proses pertanggungjawaban dan audit dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.

“Tidak ada yang bilang, ‘Wah, belum ada dananya sehingga terlambat.’ Apapun kita kerjakan dulu, setelah itu baru diaudit oleh BPKP,” ujarnya.

Basuki berharap mekanisme dukungan DSP dapat dimanfaatkan pemerintah provinsi maupun kabupaten untuk mempercepat penanganan karhutla. Menurutnya, kebutuhan tambahan peralatan pemadam menjadi salah satu dukungan penting bagi pengendalian kebakaran di kawasan IKN.

Sebelumnya, OIKN telah membentuk satuan reaksi cepat multipihak dan membagi wilayah penanganan karhutla ke dalam tujuh klaster. Penanganan melibatkan OIKN, pemerintah daerah, Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, perusahaan, Masyarakat Peduli Api dan unsur masyarakat lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....