Cuaca Panas dan Pasokan Menipis Harga Ikan di Sepaku Mulai Naik
- 09 Sep 2026 12:02 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Nusantara – Cuaca panas dan kondisi kering turut menjadi tantangan bagi aktivitas perikanan di sekitar IKN, sementara pasokan ikan laut yang berkurang mulai mendorong kenaikan harga di Kecamatan Sepaku.
Pedagang ikan di Sepaku, Agil Toriq, mengatakan pasokan ikan laut saat ini lebih sulit diperoleh dibandingkan ikan air tawar. Kondisi tersebut membuat sejumlah jenis ikan mengalami kenaikan harga hingga sekitar Rp10 ribu per kilogram.
Agil saat ditemui rri.co.id, Rabu, 9 September 2026, mengatakan lapaknya menyediakan berbagai jenis ikan. Mulai ikan air tawar, ikan laut, udang, siput, kerang-kerangan hingga cumi-cumi tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menurut Agil, stok ikan tidak hanya berasal dari satu sumber. Sebagian pasokan didatangkan dari perikanan, termasuk dari wilayah luar daerah, sementara nelayan atau pemancing lokal juga dapat menjual hasil tangkapannya kepada pedagang.
“Dari perikanan juga ada, dari lokal seperti ada beberapa orang yang mungkin pemancing juga mau jual ikannya, kami terima,” kata Agil.
Namun, persoalan mulai terasa pada pasokan ikan laut. Agil menyebut hasil tangkapan yang lebih sedikit membuat harga ikan laut lebih mudah mengalami perubahan dibandingkan ikan air tawar.
“Kalau kondisi ikan laut itu masalah yang kurang dapatnya, ada kenaikan. Kalau misalnya banyak, pasti ada pengurangan harga,” ujarnya.
Kondisi tersebut terjadi ketika sebagian besar wilayah Kalimantan Timur masih menghadapi periode cuaca relatif kering. BMKG memprakirakan curah hujan Kaltim pada dasarian pertama September berada pada kategori rendah, sekitar 0–50 milimeter.
BMKG juga menyebut kondisi kering masih berpotensi berlanjut pada September. Secara nasional, sebagian besar Kalimantan diprakirakan memiliki curah hujan rendah, sementara pengaruh El Niño masih mendukung berkurangnya pasokan kelembapan.
Bagi masyarakat pesisir dan nelayan di sekitar Sepaku, kondisi perairan dan cuaca menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi aktivitas melaut. Wilayah Sepaku sendiri memiliki komunitas nelayan yang menangkap ikan di perairan Teluk Balikpapan, termasuk di Maridan dan Mentawir.
Kondisi pasokan ikan di kawasan Sepaku sebelumnya juga pernah menghadapi persoalan hasil tangkapan yang tidak menentu. Sejumlah nelayan di wilayah Sungai Sepaku dilaporkan mengandalkan hasil tangkapan ikan, udang, dan kepiting untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
Di lapak Agil, harga sejumlah ikan laut kini menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok. Ikan layang dijual Rp50 ribu per kilogram, cakalang Rp45 ribu, tuna Rp55 ribu, sedangkan ikan kuwe mencapai Rp85 ribu per kilogram.
Agil mengatakan perubahan harga paling terasa pada ikan laut karena pasokannya sangat bergantung pada hasil tangkapan. Ketika ikan yang diperoleh nelayan berkurang, harga di tingkat pedagang ikut terdorong naik.
“Yang sangat naik drastis itu kayak ikan laut. Karena kalau kondisi ikan laut itu masalah yang kurang dapatnya,” ucapnya.
Kenaikan tersebut akhirnya tidak hanya menjadi persoalan pedagang. Bagi masyarakat Sepaku yang menjadi konsumen, berkurangnya pasokan ikan dapat membuat pilihan ikan laut semakin mahal, terutama ketika kebutuhan rumah tangga tetap berjalan.
Agil memperkirakan perubahan harga dapat mencapai sekitar Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per kilogram. Bahkan, kenaikannya bisa lebih tinggi apabila pasokan ikan semakin terbatas.
“Bisa Rp5.000 sampai Rp10.000. Bahkan bisa lebih daripada itu,” katanya.
Kondisi ini menunjukkan rantai pasok ikan di kawasan sekitar IKN tidak hanya bergantung pada aktivitas perdagangan di pasar. Hasil tangkapan nelayan, kondisi cuaca, hingga pasokan dari luar daerah ikut menentukan harga yang akhirnya dibayar masyarakat.
Di tengah pembangunan IKN dan bertambahnya aktivitas ekonomi di Sepaku, ketersediaan pangan termasuk ikan menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan. Pemerintah Kabupaten PPU sendiri sebelumnya merencanakan pembangunan tempat pelelangan ikan di empat kecamatan, termasuk Sepaku, untuk mendukung aktivitas nelayan dan distribusi hasil perikanan.
Dengan kondisi cuaca kering yang masih berlangsung, perubahan pasokan ikan menjadi hal yang perlu terus dipantau. Sebab, ketika hasil tangkapan menurun, dampaknya tidak berhenti di laut, tetapi dapat terasa hingga ke lapak pedagang dan meja makan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....