Kebakaran Lahan Empat Hektare Terjadi di Kariangau Balikpapan
- 05 Sep 2026 06:05 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kebakaran lahan dan semak belukar terjadi di Jalan Sultan Hasanuddin RT 23, Kelurahan Kariangau, Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Kamis 3 September 2026.
Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono, menyampaikan kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 13.00 WITA dan proses penanganan berlangsung hingga sekitar pukul 18.00 WITA.
Kebakaran diketahui setelah masyarakat melaporkan adanya api yang membakar lahan dan semak belukar di kawasan tersebut. Laporan kemudian ditindaklanjuti dengan pengerahan sejumlah unit pemadam ke lokasi kejadian.
Berdasarkan laporan BPBD Kota Balikpapan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar empat hektare. Vegetasi yang terdampak berupa pepohonan dan semak belukar.
"Petugas langsung melakukan pemadaman di lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Api akhirnya dapat dipadamkan," ucap Muriono.
Penanganan kebakaran melibatkan sejumlah unit, di antaranya Unit PB, Unit Sektor Gunung Samarinda, Unit Sektor Baru Tengah, Unit Sektor Karang Joang, Unit PAMA, Unit Petrosea dan Unit Logistic.
Selain unsur pemadam, petugas di lapangan juga berasal dari BPBD, PT Petrosea, PT PAMA, TNI-Polri, relawan serta ambulans yang turut mendukung proses penanganan kejadian.
Kolaborasi berbagai unsur tersebut dilakukan untuk memastikan proses pemadaman berjalan efektif dan mencegah api kembali meluas ke area lahan di sekitarnya.
Muriono mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, khususnya pada kondisi cuaca yang mendukung munculnya titik api.
"Masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan dan segera melaporkan apabila melihat adanya titik api," ujarnya.
BPBD juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran lahan sejak dini. Penanganan cepat terhadap laporan masyarakat dinilai penting untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Slogan "Kita jaga alam, alam jaga kita" kembali ditekankan sebagai bentuk ajakan kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Penanganan bencana juga menjadi bagian dari semangat tangguh dan kemanusiaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana di daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....