Sungai Siring Samarinda Siaga Kemarau, Warga Diminta Waspadai Kebakaran Lahan
- 04 Sep 2026 08:23 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Memasuki musim kemarau, masyarakat Kelurahan Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi cuaca yang panas dan kering dapat meningkatkan risiko kebakaran, terutama di wilayah yang memiliki lahan kosong cukup luas.
Hal tersebut menjadi pembahasan dalam program Kentongan RRI edisi Selasa 1 September 2026 dengan tema “Sungai Siring Siaga Kemarau, Bersama Jaga Keamanan dan Ketertiban”. Program tersebut menghadirkan Kepala Seksi Pemerintahan, Ketenteraman, dan Ketertiban Kelurahan Sungai Siring, Yusriansyah, serta Ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Samarinda Utara, Salim.
Yusriansyah menjelaskan, Kelurahan Sungai Siring memiliki wilayah yang cukup luas dengan karakteristik lingkungan yang beragam. Luas wilayah tersebut membuat terdapat banyak lahan kosong yang berpotensi mengalami kekeringan saat musim kemarau.
“Luas Kelurahan Sungai Siring ini kurang lebih 3.648 hektare dengan jumlah penduduk sekitar 5.860 jiwa,” ujar Yusriansyah.
Menurutnya, luas wilayah yang tidak sebanding dengan jumlah penduduk menyebabkan masih terdapat banyak lahan kosong di Sungai Siring. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi saat cuaca panas dan kering melanda.
“Lahan-lahan kosong itulah yang berdampak pada musim kemarau ini, mengalami kekeringan. Selain itu, sudah dua kali terjadi kebakaran lahan dan kebakaran hutan di daerah Sungai Siring selama musim kemarau saat ini,” ucapnya.
Untuk mencegah kebakaran meluas, pihak kelurahan bersama aparat kewilayahan terus melakukan pemantauan dan patroli di sejumlah titik yang dinilai rawan. Kegiatan tersebut dilakukan bersama Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhabinkamtibmas.
Yusriansyah mengatakan, patroli dilakukan untuk mendeteksi lebih awal lokasi yang berpotensi mengalami kebakaran. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan, ketenteraman, dan ketertiban masyarakat di tengah kondisi cuaca yang semakin kering.
“Kami melakukan patroli bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk melihat titik-titik yang bisa berdampak dan berpotensi terjadi kebakaran hutan maupun kebakaran lahan,” kata Yusriansyah.
Selain patroli, pemerintah kelurahan juga terus memberikan imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Warga diharapkan tidak membakar lahan sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
Kewaspadaan menjadi semakin penting karena kebakaran di lahan kering dapat berkembang dengan cepat. Masyarakat juga diharapkan berperan aktif menjaga lingkungan sekitar dengan tidak membuang benda yang dapat memicu api, terutama pada kondisi cuaca panas dan kering.
Upaya pencegahan karhutla tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat. Keterlibatan masyarakat diperlukan agar potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin sehingga tidak mengganggu keselamatan warga, lingkungan, maupun aktivitas sehari-hari.
Melalui tema Sungai Siring Siaga Kemarau, pemerintah kelurahan bersama masyarakat dan unsur terkait berupaya membangun kesiapsiagaan menghadapi berbagai dampak musim kemarau. Selain ancaman kebakaran lahan, kondisi kering juga perlu diantisipasi karena dapat memengaruhi ketersediaan air dan aktivitas masyarakat.
Dengan patroli rutin, sosialisasi, serta partisipasi aktif warga, potensi kebakaran di Kelurahan Sungai Siring diharapkan dapat ditekan. Kesiapsiagaan bersama menjadi kunci untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama musim kemarau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....