Karhutla Anggana Hari Kedua, Area Terbakar Capai 8 Hektare

  • 04 Sep 2026 06:31 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di kawasan North Kutai Lama (NKL), Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Kamis 3 September 2026. Pada penanganan hari kedua, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 8 hektare.

Data tersebut disampaikan petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara. Laporan kejadian diterima pada pukul 10.00 WITA melalui informasi dari warga.

Lahan yang terdampak kebakaran terdiri atas lahan mineral dan gambut. Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman dan pendinginan harus dilakukan secara intensif untuk mencegah munculnya kembali titik api.

Dalam laporan disebutkan, karhutla diduga dipicu aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar. Api kemudian meluas setelah bara atau bagian api yang terbawa angin menyebar ke area lainnya.

Pada pukul 10.00 WITA, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kukar melakukan persiapan patroli sekaligus pendinginan di sekitar lokasi terbakar. Selanjutnya, pukul 10.30 WITA, tim melakukan pengisian air ke mobil tangki pengendalian karhutla BPBD Kukar.

Setelah pengisian air selesai, sekitar pukul 10.45 WITA, tim langsung melakukan patroli di kawasan NKL. "Pada pukul 11.12 WITA, petugas menemukan titik asap dan segera melakukan proses pendinginan hingga selesai sekitar pukul 11.25 WITA," katanya.

Namun, penanganan belum berhenti. Sekitar pukul 11.30 WITA, tim memperoleh informasi dari pihak perusahaan mengenai adanya titik api baru. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi yang berada di dekat PT Mitra Bangga Utama, Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana.

Tim TRC PB BPBD Kukar tiba di lokasi titik api baru sekitar pukul 12.01 WITA. Pemadaman sekaligus pendinginan kemudian dilakukan mulai pukul 12.30 WITA pada area yang dapat dijangkau petugas.

Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga pukul 17.30 WITA. Setelah menyelesaikan penanganan di area yang dapat dijangkau, tim kembali ke mess NKL sekitar pukul 17.45 WITA dan tiba pada pukul 19.00 WITA untuk beristirahat sekaligus tetap bersiaga.

Dalam penanganan tersebut, petugas menggunakan sumber air dari suplai air dan kolam bekas tambang. Kendala yang dihadapi di lapangan adalah lokasi sumber air yang cukup jauh dari area kebakaran.

Peralatan yang digunakan meliputi satu unit mesin Tohatsu VE500AS, delapan roll selang berukuran 1,5 inci, dua roll selang 2,5 inci, satu Y Connection dan satu nozzle jet. Sementara peralatan mekanis yang dikerahkan berupa satu unit mobil tangki Dalkarhutla KaJama BPBD Kukar dan satu unit mobil Hilux Komando Dalkarhutla BPBD Kukar.

Penanganan melibatkan BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara, PEP dan Balakar Anggana. Enam personel turut bertugas, yakni Arif selaku koordinator lapangan, Idris, Riza Sanjani Saputra, Very Fatwan, Rodina dan Jianto.

Setelah sekitar lima jam proses pemadaman dan pendinginan, kondisi area yang dapat dijangkau dan ditangani dilaporkan sudah padam. Meski demikian, petugas tetap melakukan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api di kawasan tersebut.

BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Aktivitas pembakaran lahan berpotensi menyebabkan api cepat meluas, terutama ketika kondisi lahan kering dan terdapat material yang mudah terbakar.

Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api agar dapat ditangani sedini mungkin. Upaya cepat dari masyarakat dan petugas menjadi bagian penting untuk mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....