Karhutla Bukit Tengkorak Padam Otorita IKN Perkuat Patroli
- 09 Sep 2026 14:25 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Nusantara – Otorita Ibu Kota Nusantara memastikan kebakaran hutan dan lahan di Bukit Tengkorak telah padam. Patroli dan pemantauan tetap diperkuat untuk mencegah munculnya kembali titik api.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis H. Sumadilaga, mengecek sejumlah lokasi karhutla pada 8 hingga 9 September 2026. Pengecekan dilakukan di Tol Balikpapan–Samarinda Kilometer 31, Desa Wonotirto, Kecamatan Samboja, serta Bukit Tengkorak, Desa Sukomulyo, Kecamatan Sepaku.
Bukit Tengkorak merupakan bagian dari kawasan Taman Hutan Raya atau Tahura Bukit Soeharto. Sementara itu, lokasi di Kilometer 31 berada di kawasan Jalan Tol Balikpapan–Samarinda.
Dalam pengecekan tersebut, Danis berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan penanganan karhutla berjalan cepat dan terkoordinasi. Penanganan dilakukan melalui pemadaman dari darat maupun dukungan pemadaman dari udara.
Pada Rabu, 9 September 2026, sekitar pukul 10.30 WITA, Danis memastikan tidak lagi ditemukan kebakaran aktif di Bukit Tengkorak. Namun, asap tipis masih terlihat di sejumlah titik.
“Alhamdulillah sudah tidak ada kebakaran lagi, mungkin ada asap kecil-kecil saja. Ini hasil pemadaman yang dilakukan oleh tim darat bersama-sama dan juga dari udara waktu water bombing,” ujar Danis.
Menurut Danis, kondisi tersebut merupakan hasil kerja bersama tim dalam melakukan pemadaman. Water bombing dari udara turut membantu menjangkau area yang sulit ditangani melalui jalur darat.
Meski api telah padam, kondisi tersebut belum membuat pengawasan dihentikan. Otorita IKN tetap mengerahkan patroli untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.
“Mudah-mudahan jangan sampai terjadi lagi. Harus kita lakukan upaya monitoring, patroli untuk memastikan bahwa jangan sampai kebakaran ini terjadi lagi,” katanya.
Otorita IKN mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam penanganan karhutla. Kolaborasi dilakukan melalui pemadaman darat dan dukungan udara hingga api di lokasi prioritas berhasil dikendalikan.
Bagi Otorita IKN, padamnya api bukan menjadi akhir penanganan. Pemantauan dan patroli tetap dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap asap maupun titik api baru di kawasan yang sebelumnya terdampak karhutla.
Langkah tersebut penting untuk mencegah kebakaran kembali berkembang, terutama pada lokasi yang masih menyisakan asap setelah proses pemadaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....