Karhutla Gambut Muara Jawa Berhasil Dipadamkan Tim Gabungan
- 03 Sep 2026 06:52 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kelurahan Tama Pole, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Selasa 1 September 2026. Kebakaran yang memasuki hari kedua tersebut melanda lahan gambut dengan luas sekitar 40 meter x 10 meter.
Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara, yang diteruskan Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kaltim, Muriono, menyebut laporan kejadian diterima pada Selasa sore sekitar pukul 18.31 WITA. Informasi awal mengenai kebakaran disampaikan oleh warga melalui sambungan telepon dan WhatsApp.
“Karhutla terjadi di wilayah Kelurahan Tama Pole, Kecamatan Muara Jawa, dengan jenis lahan yang terbakar merupakan lahan gambut,” ujar Muriono.
Dalam penanganannya, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kukar bersama TNI, pihak kecamatan, relawan dan masyarakat bergerak menuju lokasi setelah menerima informasi adanya titik api.
Setibanya di lokasi, tim gabungan langsung melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api meluas ke area lainnya. Setelah api berhasil dipadamkan, personel TRC BPBD Kukar kemudian melanjutkan pemantauan dan bergerak menuju titik api berikutnya.
“Setelah api berhasil dipadamkan, Tim TRC BPBD langsung menuju titik api berikutnya untuk melakukan penanganan,” katanya.
Proses pemadaman menggunakan sejumlah peralatan, di antaranya satu unit mesin pompa Tohatsu, enam roll selang berukuran 1,5 inci, empat roll selang berukuran 2,5 inci, satu buah Y konektor, dua nozzle dan satu unit mesin jinjing.
Selain peralatan semi mekanis, petugas juga didukung satu unit mobil tangki Dalkarhutla KaJama BPBD Kukar dan satu unit mobil Hilux Komando Dalkarhutla BPBD Kukar.
Kendala yang dihadapi tim di lapangan yakni jarak sumber air yang cukup jauh dari lokasi kebakaran. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam melakukan pemadaman, terutama pada lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan.
Hingga laporan penanganan disampaikan, kondisi area yang terbakar dilaporkan sudah dalam keadaan padam. Meski demikian, pemantauan tetap diperlukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api di kawasan tersebut.
Sementara itu, penyebab kebakaran hingga saat ini belum diketahui. Tim gabungan yang terlibat dalam penanganan terdiri dari BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara, unsur kecamatan, TNI, relawan dan masyarakat.
BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki lahan gambut. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.
Penyebab karhutla masih belum diketahui dan masyarakat diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api untuk mempercepat penanganan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....