Karhutla di Paser Tembus 1.000 Hektar dari Total 398 Titik Lokasi
- 22 Sep 2026 16:43 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Paser - Sejak dilanda musim kemarau dari awal Agustus hingga September 2026 ini, Kabupaten Paser mengalami banyak bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di bernagai titik, sehingga membuat kualitas udara menjadi menurun karena kabut asap yang cukup pekat.
Sementara ini, terdata sebanyak 398 kejadian karhutla yang menghanguskan sekitar 1.151,7 hektare (Ha) di 10 kecamatan se-Kabupaten Paser.
Kepala BPBD Kabupaten Paser, Ruslan menjelaskan mengenai update karhutla di wilayahnya ini masih sering terjadi dan terus berulang-ulang, bahkan bisa terjadi dekat dengan titik yang pernah terbakar.
Setidaknya dalam satu hari terjadi 6 titik kebakaran, dan menurutnya berpotensi terjadi karena adanya unsur kesengajaan oknum tidak bertanggungjawab.
"Kami enggak bisa memastikan dan enggak bisa mengendalikan. Kadang-kadang muncul hari ini mulai jam 09.00 sampai jam 12.00, ternyata sore ini sudah mulai ada kebakaran atau aktivitas itu (pembakaran lahan). Tapi bisa kita rata-rata akan ini masih kategori tinggi karena masih rata-rata per harinya itu 6 titik," kata Ruslan saat ditemui rri.co.id.
Fokus utama pemadaman terhadap karhutla ini yakni yang mendekati dengan pemukiman masyarakat, kemudian BPBD Paser membentuk sebanyak 4 tim gabungan dalam penanganan bencana di Kecamatan Tanah Grogot, khususnya.
"6 kejadian titik itu secara relatif bersamaan. Nanti di titik satu, enggak lama kemudian muncul lagi di sini. Begitu terus. Oleh karena itu agar untuk meminimalisir meluasnya kebakaran, strategi kita lebih mengarah ke areal permukiman, kita bentuk dan kita bagi empat tim," ujarnya.

Keempat tim gabungan tersebut yakni terdiri dari BPBD, Damkar, Satpol PP, TNI dan Kepolisian, beserta tim relawan.
Ruslan menjelaskan, sebelum tim menuju lokasi kebakaran, menurunkan personel yang menggunakan sepeda motor untuk memastikan titik lokasi kejadian, serta akses mobil pemadam dan suplai atau ketersediaan air di tempat.
"Polanya ketika ada laporan melalui WA grup siaga darurat karhutla maupun melalui informasi yang diterima langsung, kita turunkan anggota kita yang menggunakan roda dua memastikan apakah betul itu ada kebakaran atau tidak," ujar Ruslan menjelaskan.
Personel perlu turun lebih dulu, karena melihat pengalaman sebelumnya yakni ditemukan adanya laporan palsu yang membuat tim bergerak dengan sia-sia karena dapat membuang waktu untuk memadamkan titik lokasi kebakaran lainnya.

"Itu untuk meminimalisir aktivitas semacam pergerakan-pergerakan anggota kita juga kan, armada kita juga. Oleh karena itu kami turunkan setelah kita apabila dipastikan itu memang disana ada kejadian kebakaran kami menurunkan satu dulu satu brandweer," ucapnya menambahkan.
Ruslan memastikan keempat tim yang terbentuk ini mampu memadamkan kebakaran yang terjadi, meski harus tetap siaga 1x24 jam.
Berdasarkan data bencana karhutla yang sebelumnya terjadi di Kabupaten Paser, tahun 2026 ini menjadi yang terbanyak dengan luasan lebih dari 1.000 hektar serta 398 titik kebakaran.

Data sementara Kecamatan:
- Tanah Grogot, 183 titik lokasi kebakaran dengan luasan 380.1 Ha
- Paser Belengkong, 89 titik, luas 235.9 Ha
- Batu Sopang, 36 titik, luas 126.8 Ha
- Muara Komam, 29 titik, luas 45.3 Ha
- Muara Samu, 22 titik, luas 78.4 Ha
- Batu Engau, 18 titik, luas 229.1 Ha
- Long Ikis, 8 titik, luas 37.3 Ha
- Kuaro, 8 titik, luas 11.4 Ha
- Long Kali, 3 titik, luas 5.5 Ha
- Tanjung Harapan, 2 titik, luas 2 Ha
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....