Karhutla 1,5 Hektare di Loa Pari Berhasil Dipadamkan

  • 01 Sep 2026 18:05 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghanguskan sekitar 1,5 hektare lahan gambut di Desa Loa Pari, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Kebakaran terjadi pada Senin, 31 Agustus 2026 sore dan berhasil dikendalikan tim gabungan pada malam harinya

Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono, mengatakan laporan kebakaran diterima dari masyarakat sekitar pukul 17.09 Wita.

“Informasi kebakaran diterima dari warga yang melaporkan adanya kebakaran lahan di Desa Loa Pari,” ucapnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, TRC Penanggulangan Bencana BPBD Kukar segera mengerahkan personel dan peralatan menuju lokasi.

Tim berangkat dari posko sekitar pukul 17.30 Wita dan tiba di lokasi sekitar 20 menit kemudian.

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas ke area lahan lainnya.

“Petugas langsung melakukan upaya pemadaman setelah tiba di lokasi untuk mencegah api meluas,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 1,5 hektare dengan karakteristik berupa lahan gambut.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena api pada lahan gambut dapat merambat di bawah permukaan dan sulit terlihat secara langsung.

Dari informasi awal yang dihimpun petugas, kebakaran diduga bermula ketika warga membakar sarang tawon.

Api dari aktivitas tersebut kemudian merambat ke vegetasi di sekitar lokasi hingga menyebabkan kebakaran lahan.

Dalam penanganan karhutla, BPBD Kukar mengerahkan dua unit mobil tangki untuk mendukung proses pemadaman.

Satu kendaraan merupakan Mobil Tangki Dalkarhutla KaJama BPBD Kukar, sedangkan satu lainnya berasal dari BPBD Kukar.

Pemadaman juga melibatkan Polsek, Relawan Sangaji, Relawan Loa Pari, Relawan Panji, serta masyarakat sekitar.

Kolaborasi berbagai unsur tersebut membantu petugas mengendalikan api dan mencegah kebakaran meluas.

Setelah sekitar satu jam melakukan pemadaman, api berhasil dikendalikan pada pukul 19.00 Wita.

Petugas kemudian melakukan pengecekan terhadap area terdampak untuk memastikan kondisi lokasi aman dan tidak terdapat api yang kembali menyala.

Tim meninggalkan lokasi sekitar pukul 19.10 Wita dan kembali tiba di posko pada pukul 19.26 Wita.

Tidak ada laporan korban dalam kejadian tersebut dan kondisi lahan yang terbakar dinyatakan aman setelah proses pemadaman.

BPBD mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan keberadaan titik api agar dapat ditangani lebih awal dan mencegah kebakaran meluas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....