Habitat Jadi Kunci, Pemulihan Orang Utan Berjalan dari Sekolah Hutan
- 31 Agt 2026 20:40 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samboja - Rehabilitasi orang utan tidak berlangsung dalam waktu singkat. Satwa yang menjalani proses rehabilitasi harus kembali mempelajari berbagai kemampuan dasar untuk bertahan hidup sebelum dinilai siap dilepasliarkan ke habitat alaminya.
Proses tersebut antara lain mencakup kemampuan mengenali pakan alami, memanjat pohon, mengeksplorasi lingkungan hingga membuat sarang.
Di Samboja Lestari, Kalimantan Timur, misalnya, Anggoro, orang utan jantan berusia 11 tahun, masih menjalani proses pengembangan kemampuan bertahan hidup di kompleks sosialisasi.
Sementara di Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah, orang utan jantan bernama Bumi yang berusia 9 tahun telah berada di Pulau Pra-Pelepasliaran setelah sebelumnya menjalani pembelajaran di Sekolah Hutan.
Perkembangan serupa juga terlihat pada sejumlah orang utan lainnya. Monita, orang utan betina berusia 7 tahun, mulai terampil mengeksplorasi pepohonan, mencari buah, dan membuat sarang.
Ecky, orang utan betina berusia 10 tahun, telah mampu mengenali dan mengonsumsi sekitar 50 jenis pakan alami serta membuat sarang sendiri. Adapun Otan dan Feruza, masing-masing berusia 5 tahun, masih mengembangkan kemampuan memanjat, mengenali pakan, dan membuat sarang di Sekolah Hutan Samboja Lestari.
Manager Environment PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Kemas Adrian, mengatakan tahapan tersebut menjadi bagian penting sebelum orang utan dikembalikan ke alam.
“Rehabilitasi orang utan tidak dapat dipisahkan dari upaya memulihkan dan menjaga habitatnya. Karena itu, dukungan kami tidak hanya berfokus pada kebutuhan individu selama proses rehabilitasi, tetapi juga pada penguatan ekosistem melalui pemulihan vegetasi dan pengelolaan habitat secara berkelanjutan,” kata Kemas, 31 Agustus 2026.
Menurut dia, orang utan yang telah memiliki kemampuan untuk hidup mandiri tetap membutuhkan habitat yang mampu menyediakan sumber pakan dan ruang hidup yang memadai.
“Ketika orang utan siap kembali ke habitat alaminya, lingkungan yang sehat dan mampu menyediakan sumber pakan serta ruang hidup menjadi bagian penting dari keberhasilan proses tersebut,” ujarnya.
Dalam upaya mendukung rehabilitasi, PHI bekerja sama dengan Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation melalui sejumlah anak perusahaan dan afiliasinya di Kalimantan.
Dukungan tersebut mencakup penyediaan pakan, perawatan kesehatan, obat-obatan, pemeriksaan medis, enrichment, serta pembelajaran kemampuan bertahan hidup. Dukungan juga diberikan untuk pemulihan vegetasi di habitat orang utan.
PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), misalnya, melakukan penanaman 400 pohon di lahan seluas satu hektare. Jenis tanaman yang ditanam antara lain bengkirang, balangeran, Shorea leprosula, dan kapur.
Area penanaman tersebut direncanakan dipelihara dan diamankan selama lima tahun untuk mendukung pertumbuhan vegetasi.
Direktur Utama PHI, Muharram Jaya Panguriseng, mengatakan rehabilitasi dan pemulihan habitat perlu dilakukan secara berkelanjutan karena proses pengembalian orang utan ke alam membutuhkan waktu.
“Kami berharap dukungan perusahaan dapat membantu lebih banyak orang utan mengembangkan kembali kemampuan alaminya hingga siap kembali ke habitatnya,” katanya.
Selain PHM, dukungan terhadap program konservasi orang utan juga dilakukan PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field dan Tanjung Field melalui program yang bekerja sama dengan BOS Foundation.
Dalam lima tahun terakhir, PHI mencatat telah melakukan penanaman lebih dari 600 ribu pohon di sekitar wilayah operasi hulu migas di Kalimantan. Penanaman tersebut mencakup pohon endemik Kalimantan dan tanaman buah.
Upaya pemulihan vegetasi menjadi bagian dari konservasi habitat karena keberadaan tutupan hutan dan sumber pakan merupakan faktor penting bagi keberlangsungan hidup orang utan di alam.
Peringatan Hari Orang Utan pada 19 Agustus menjadi salah satu momentum untuk kembali menyoroti kebutuhan perlindungan satwa endemik Kalimantan tersebut, termasuk keberlanjutan habitat yang menjadi tempat hidupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....