Menhut Raja Juli Antoni Tinjau Penanganan Karhutla di Berau
- 27 Agt 2026 13:54 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Berau - Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Rabu 26 Agustus 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus memastikan upaya pencegahan agar kebakaran tidak meluas.
Raja Juli tiba di Kabupaten Berau dan langsung mengikuti rapat terpadu bersama pemerintah daerah serta sejumlah instansi terkait di VIP Room Bandara Kalimarau. Dalam pertemuan tersebut, ia meminta laporan mengenai kondisi karhutla, langkah yang telah dilakukan, serta upaya yang akan ditempuh untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran.
“Saya ingin mendengarkan laporan langsung dari lapangan. Apa yang terjadi, apa yang sudah kita lakukan, dan apa yang akan kita lakukan untuk mencegah terjadinya karhutla yang lebih besar lagi,” kata Raja Juli.
Usai rapat, Menteri Kehutanan meninjau kesiapan personel dan penanganan karhutla di Posko Karhutla Labanan. Ia juga turun langsung melihat kondisi lokasi kebakaran di Desa Tumbit Melayu.
Kunjungan tersebut turut didampingi jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kabupaten Berau. Bupati Berau Sri Juniarsih Mas bersama Wakil Bupati Gamalis menyambut kedatangan Menteri Kehutanan.
Menurut Sri Juniarsih, kehadiran Menteri Kehutanan menjadi dukungan penting bagi pemerintah daerah dalam memperkuat penanganan karhutla. Penanganan di lapangan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan BNPB, BPBD, BMKG, Manggala Agni, serta unsur terkait lainnya.
Salah satu langkah yang saat ini dimaksimalkan pemerintah adalah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Raja Juli mengatakan Berau menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi bibit awan hujan sehingga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan peluang turunnya hujan.
Menurutnya, hujan masih menjadi salah satu cara paling efektif untuk membantu pemadaman karhutla, terutama di tengah kondisi kemarau. Pelaksanaan OMC tetap bergantung pada keberadaan awan yang memiliki potensi untuk menghasilkan hujan.
“Selama ada awan yang berpotensi hujan, kita akan melakukan OMC. Jadi kita akan maksimalkan di Berau,” ujar Raja Juli.
Selain memantau penanganan karhutla, Raja Juli juga menaruh perhatian terhadap keselamatan habitat satwa liar, khususnya orangutan. Kebakaran hutan dan lahan dinilai tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga dapat berdampak terhadap habitat satwa dilindungi yang berada di kawasan hutan Berau.
Pemerintah berkomitmen memastikan penanganan karhutla tidak mengabaikan aspek perlindungan keanekaragaman hayati. Koordinasi dengan lembaga konservasi dan pihak terkait juga diperlukan untuk memastikan satwa liar yang terdampak kebakaran tetap mendapatkan perlindungan.
Raja Juli menegaskan, penanganan saat ini masih difokuskan pada pemadaman dan pengendalian kebakaran. Tahapan rehabilitasi kawasan akan dilakukan setelah kondisi kebakaran dapat dikendalikan.
Kunjungan Menteri Kehutanan ke Berau diharapkan semakin memperkuat koordinasi pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi karhutla, sekaligus memastikan kawasan hutan dan habitat satwa liar tetap terlindungi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....