Raffi Ahmad Pastikan Kondisi Tiga Bayi Orangutan Pascakebakaran di Berau
- 27 Agt 2026 13:55 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Berau - Tiga bayi orangutan yang tengah menjalani rehabilitasi di sekolah hutan Conservation Action Network (CAN) Borneo, Kampung Merasa, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, mendapat perhatian khusus dari Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad.
Raffi datang langsung ke kawasan rehabilitasi tersebut untuk melihat kondisi orangutan yang bernama Hanes, Jack dan Lukas, sekaligus mengetahui perkembangan proses pemulihan satwa yang berada dalam pengawasan lembaga konservasi.
Kunjungan ini menjadi semakin penting lantaran kawasan sekolah hutan orangutan berada di wilayah yang sebelumnya terdampak kebakaran hutan dan lahan. Kebakaran tidak hanya mengancam tutupan hutan, tetapi juga berpotensi mengganggu habitat dan sumber makanan satwa liar.
Didampingi Irfan Hakim dan Gading Marten, Raffi melihat dari dekat lingkungan sekolah hutan serta mendapatkan penjelasan dari pengelola mengenai kondisi tiga bayi orangutan yang masih berada dalam tahapan rehabilitasi.
Menurut Raffi, keberadaan orangutan harus menjadi perhatian bersama karena satwa endemik Kalimantan tersebut merupakan bagian dari kekayaan alam Indonesia.
Ia mengaku prihatin terhadap ancaman yang dihadapi satwa liar akibat kerusakan habitat, namun sekaligus merasa bersyukur karena masih terdapat pihak-pihak yang secara konsisten memberikan perhatian dan merawat orangutan.
“Orangutan adalah aset negara yang harus kita jaga. Saya bersyukur masih banyak orang baik yang mau menjaga satwa kita,” ujar Raffi pada Kamis 27 Agustus 2026.
Raffi menilai keberadaan sekolah hutan memiliki peran penting dalam proses rehabilitasi. Orangutan yang diselamatkan tidak serta-merta dapat dikembalikan ke alam, tetapi harus melalui serangkaian tahapan untuk mengembalikan kemampuan alaminya.
Proses tersebut mencakup pembelajaran perilaku alami, kemampuan memanjat, mengenali dan mencari sumber pakan, hingga membangun sarang. Kemampuan tersebut menjadi bekal sebelum orangutan dinilai siap menjalani kehidupan secara mandiri di habitatnya.
Kunjungan Raffi juga menjadi momentum untuk melihat langsung tantangan konservasi di tingkat tapak. Di tengah tekanan terhadap hutan dan meningkatnya risiko kebakaran, perlindungan habitat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menyelamatkan satwa.
Raffi berharap perhatian terhadap orangutan dapat terus diperkuat. Menurutnya, menjaga satwa liar berarti turut mempertahankan kekayaan alam Indonesia agar tetap dapat dinikmati generasi berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....