50 Titik Api Terverifikasi, Kukar Percepat Penanganan Karhutla

  • 31 Agt 2026 20:35 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Tenggarong - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) semakin mendapat perhatian serius. Pemerintah daerah kini memperketat pemantauan setelah sekitar 140 titik panas terdeteksi di berbagai wilayah.

Dari ratusan hotspot tersebut, tim melakukan pengecekan langsung untuk memastikan kondisi di lapangan. Hasil verifikasi menemukan sekitar 50 titik yang benar-benar merupakan api dan sejumlah di antaranya memiliki kobaran cukup besar.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan kondisi tersebut membutuhkan respons cepat, terlebih cuaca panas dan angin kencang dapat membuat api dengan mudah menjalar ke area lain.

“Dari hasil pantauan kami ada sekitar 50 titik api. Titik-titik api yang besar juga ada, ini perlu perhatian khusus dalam penanganannya,” ujar Aulia, Senin , 31 Agustus 2026.

Menurutnya, kecepatan penanganan menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah titik api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. Karena itu, pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan penanganan ketika kebakaran sudah membesar, tetapi memperkuat sistem respons di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat keberadaan pos terpadu karhutla. Pos tersebut ditempatkan di kawasan rawan dan melibatkan koordinasi lintas pihak hingga tingkat desa dan kelurahan.

Dengan sistem tersebut, pemerintah berharap laporan mengenai kemunculan api dapat segera ditindaklanjuti tanpa harus menunggu proses koordinasi yang panjang dari tingkat kabupaten.

“Kami sudah bentuk pos terpadu di wilayah yang memang rawan. Koordinasi ini akan terus berjalan dan kita pantau terus perkembangannya,” katanya.

Pemkab Kukar juga memperkirakan potensi karhutla masih perlu diwaspadai dalam beberapa bulan ke depan. Kondisi kemarau diprediksi berlangsung hingga Oktober dan dapat berlanjut sampai November apabila hujan belum turun dengan intensitas yang cukup.

Aulia menilai pengendalian karhutla tidak bisa hanya mengandalkan petugas pemadam maupun BPBD. Peran masyarakat dan dukungan seluruh unsur terkait dibutuhkan untuk mencegah munculnya kebakaran baru.

Pasalnya, dampak karhutla tidak berhenti pada kerusakan vegetasi dan lahan. Asap yang ditimbulkan juga dapat menyebar ke permukiman dan mengganggu kualitas udara serta kesehatan masyarakat.

“Kita harap ada turun hujan, penanganan karhutla pasti akan lebih ringan,” ujarnya.

Pemerintah daerah pun kembali mengingatkan warga agar tidak menggunakan api untuk membuka ataupun membersihkan lahan. Pencegahan di tingkat masyarakat dinilai menjadi langkah awal yang penting untuk menekan potensi munculnya titik api baru.

Dengan pengawasan yang diperkuat dari tingkat desa hingga kabupaten, Pemkab Kukar menargetkan setiap laporan kebakaran dapat segera ditangani sebelum api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....