Lahan Batu Bara Terbakar, Karhutla Hanguskan 0,5 Hektare di Sangatta
- 08 Sep 2026 10:05 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kebakaran hutan dan lahan menghanguskan sekitar 0,5 hektare semak belukar di Jalan Soekarno Hatta, Gang Simono, Sangatta Utara, Kutai Timur. Api diduga bermula dari lahan batu bara yang terbakar sebelum merembet ke semak di sekitarnya.
Kebakaran terjadi di belakang SMA, RT 22, Desa Singa Gembara, Senin, 7 September 2026. Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono, mengatakan laporan diterima setelah warga mendatangi kantor BPBD Kutai Timur.
“Laporan kejadian karhutla kami terima sekitar pukul 15.15 WITA. Tim kemudian melakukan persiapan dan bergerak menuju lokasi pada pukul 15.20 WITA,” ujar Muriono.
Tim gabungan tiba dan mulai melakukan penanganan sekitar pukul 15.30 WITA. Pemadaman berlangsung hingga pukul 16.30 WITA dengan menyasar titik api dan dilanjutkan proses pendinginan.
Muriono mengatakan, kondisi lahan menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Material yang terbakar cukup tebal dan padat sehingga api berpotensi bertahan di bagian dalam lahan.
“Petugas menentukan titik aman, membagi tugas, kemudian melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi kebakaran,” katanya.
Penanganan melibatkan BPBD Kutai Timur, personel TNI AD Yonif TP 879/RC dan masyarakat. Satu unit mobil water supply milik Yonif TP 879/RC dikerahkan untuk membantu proses pemadaman.
Petugas menghadapi sejumlah kendala, mulai dari cuaca panas hingga titik api yang berada di bagian tengah area terbakar. Akses menuju lokasi juga harus ditempuh melalui jalur memutar dan tidak tersedia sumber air di sekitar lokasi.
Hingga penanganan utama selesai, personel masih bersiaga di lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala dan memicu kebakaran susulan.
BPBD mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap karhutla, terutama ketika cuaca panas dan kondisi lahan mengering. Warga diminta segera melaporkan kemunculan api atau asap agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Keterlibatan masyarakat dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas. Laporan cepat menjadi kunci agar setiap titik api dapat segera ditangani sebelum menjalar ke area lainnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....