Karhutla Terjadi di Delineasi IKN Namun Titik Api Jauh dari KIPP

  • 09 Sep 2026 10:45 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Nusantara – Otorita Ibu Kota Nusantara memastikan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di sejumlah titik masih jauh dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan. Penanganan terus diperkuat melalui pemadaman darat dan udara untuk mencegah api meluas.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis H. Sumadilaga, mengatakan titik karhutla terdekat berjarak sekitar 30 hingga 40 kilometer dari KIPP. Meski masih berada dalam delineasi IKN, lokasi tersebut secara geografis cukup jauh dari kawasan inti.

Dalam keterangannya di Lanud Dhomber, Balikpapan, Selasa, 8 September 2026, Danis menyebut penanganan dilakukan sebagai langkah preventif. Upaya itu untuk mencegah titik kebakaran berkembang dan meluas ke wilayah lainnya.

“Jadi, apa yang kita lakukan ini betul-betul merupakan tindakan preventif. Jangan sampai kebakaran tersebut berkembang menjadi lebih jauh,” ujarnya.

Danis juga meluruskan penyebutan luas area terdampak yang mencapai 458 hektare. Angka tersebut bukan berarti seluruh kawasan terbakar, melainkan mencakup area yang terdapat sejumlah titik kebakaran.

“458 hektare itu adalah area yang terdampak. Di area tersebut ada titik-titik yang terbakar, jadi tidak seluruhnya terbakar,” katanya.

Menurut Danis, titik api di sejumlah lokasi telah jauh berkurang setelah penanganan selama beberapa hari. Saat ini, perhatian utama diarahkan ke kawasan Bukit Tengkorak dan wilayah Wonotirto.

Pada Selasa pagi, 8 September 2026, tim kembali menemukan titik api di Tol Balikpapan–Samarinda Kilometer 31. Titik tersebut langsung ditangani tim gabungan Otorita IKN, TNI, Polri, dan Jasa Marga.

Penanganan juga diperkuat melalui water bombing oleh TNI Angkatan Udara. Metode ini digunakan untuk menjangkau kawasan yang sulit diakses petugas melalui jalur darat.

“Terutama di area-area yang tidak bisa dicapai melalui jalur darat. Misalnya di daerah Bukit Tengkorak, ada beberapa area yang hanya bisa dicapai dengan water bombing,” ujarnya.

Pemadaman darat melibatkan Otorita IKN bersama TNI, Polri, Babinsa, masyarakat, dan sejumlah pihak lainnya. Sementara dukungan udara dilakukan bersama BNPB, TNI, dan BMKG untuk menjangkau titik yang sulit ditangani dari permukaan.

Meski titik api berkurang, patroli dan pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kebakaran baru. Tim darat dan unsur TNI-Polri disiagakan agar setiap titik api dapat segera ditangani sebelum berkembang.

“Kalaupun timbul, dapat segera ditangani secepatnya sebelum meluas,” kata Danis.

Pemantauan udara juga tetap disiagakan untuk melihat perkembangan kondisi lapangan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari percepatan penanganan karhutla sesuai arahan Presiden.

Selain pemadaman, Otorita IKN memperkuat pencegahan melalui edukasi pembukaan lahan tanpa membakar. Ketentuan tersebut juga telah dituangkan dalam Peraturan Kepala Otorita IKN mengenai pembukaan lahan tanpa membakar.

Danis mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan api dalam proses pembukaan lahan. Cara tersebut dinilai berisiko memicu kebakaran, terutama saat kondisi kawasan masih menghadapi ancaman kekeringan.

“Jangan sampai proses pembukaan lahan dilakukan dengan cara membakar. Ini yang harus kita hindari,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....