Kemarau Panjang Tekan Produksi Padi Berau, Target 8.800 Ton Terancam Tak Tercapai
- 31 Agt 2026 15:23 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Berau - Kemarau berkepanjangan mulai berdampak serius terhadap sektor pertanian di Kabupaten Berau. Produksi padi hingga Agustus 2026 baru mencapai sekitar 40 persen dari target tahunan, sehingga target produksi tahun ini berpotensi tidak tercapai.
Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau mencatat, produksi padi, jagung, dan cabai sepanjang delapan bulan terakhir masih berada di kisaran 40 hingga 50 persen.
Kepala DTPHP Berau, Lita Handini, mengatakan kondisi panas ekstrem dan minimnya ketersediaan air menjadi penyebab utama menurunnya produktivitas tanaman pangan di sejumlah wilayah.
Untuk padi, pemerintah daerah menargetkan produksi lebih dari 8.800 ton sepanjang 2026. Namun, hingga akhir Agustus realisasinya masih jauh dari angka yang diharapkan.
"Target kita untuk padi tahun 2026 itu sekitar 8.800 ton lebih, tetapi sampai sekarang capaiannya baru sekitar 40 persen. Kondisi panas ekstrem menyebabkan produksi di banyak lokasi menurun karena kekurangan air," kata Lita, Senin, 31 Agustus 2026.
Menurutnya, kemarau tidak hanya menyebabkan tanaman kekurangan air. Cuaca panas yang disertai angin kencang juga memicu meningkatnya serangan hama dan penyakit tanaman.
Akibatnya, sejumlah sentra pertanian mengalami penurunan hasil produksi. Wilayah Buyung-Buyung dan Semurut menjadi beberapa kawasan yang terdampak cukup signifikan.
Bahkan di Merancang, sebagian tanaman dilaporkan mengalami kegagalan produksi. Sementara Tasuk dan Labanan masih menghasilkan panen, meski volumenya menurun dibandingkan kondisi normal.
"Kalau biasanya Labanan itu empat sampai lima ton, sekarang mungkin sekitar tiga ton. Di Semurut yang biasanya dua sampai tiga ton, musim ini mungkin hanya sekitar satu ton, bahkan ada yang gagal," ujarnya.
Dampak serupa juga terjadi pada komoditas jagung dan cabai. Sejumlah petani jagung memilih menunda masa tanam sambil menunggu hujan turun. Sedangkan untuk tanaman cabai yang masih produktif, petani berupaya mempertahankan tanaman dengan melakukan penyiraman secara rutin.
Lita mengatakan, capaian produksi tiga komoditas strategis tersebut seharusnya sudah berada di kisaran 70 hingga 80 persen pada Agustus. Namun kondisi cuaca membuat realisasinya tertahan.
"Jadi kan prioritas strategis kita tiga ya, padi, jagung, sama cabai. Tiga-tiga ini menunjukkan penurunan, angkanya sampai bulan Agustus ini baru 40-50 persen. Padahal kan kita harusnya sudah 70-80an persen di bulan Agustus ini," katanya.
Jika kemarau terus berlangsung, DTPHP Berau memperkirakan penurunan produksi pangan tahun ini akan semakin besar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....