PHKT Evaluasi Pengembangan Program Gerbang Insan Mapan ke Daerah Lain di Kaltim
- 14 Sep 2026 11:12 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), yaitu Gerbang Insan Mapan membuka peluang pengembangan ke daerah lain di Kalimantan Timur, seiring dengan keberhasilannya di Desa Sebakung Jaya, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Perluasan program akan dilakukan dengan mempertimbangkan hasil evaluasi serta potensi masing-masing wilayah.
Head of Communication Relation and CID Zona 10 PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur, Elis Fauziah, mengatakan pihaknya terlebih dahulu akan melihat potensi dan kesiapan wilayah sebelum mereplikasi program tersebut.
"Nanti kita cek dulu ya seperti apa potensinya. Selain itu kita juga harus lihat kesiapan masing-masing tempat sebelum diperluas," ucap Elis, usai konferensi pers di Dinas Perpusatakaan dan Kearsipan Kota Samarinda, Rabu, 9 September 2026.
Ia menjelaskan, Program Gerbang Insan Mapan merupakan Gerakan Integrasi Perikanan dan Pertanian untuk Pembangunan Kemandirian Pangan yang telah diinisiasi sejak 2021 dan masih berjalan hingga 2026 dengan penerima manfaat lebih dari 200 kelompok binaan. Desa Sebakung Jaya dipilih sebagai lokasi program karena sebagian besar aktivitas pertaniannya masih dilakukan secara konvensional dan bergantung pada sistem tadah hujan. Kondisi inilah, kata Elis, yang membuat aktivitas pertanian masyarakat terbatas pada musim tanam dan panen.
Elis mengatakan integrasi tersebut memberikan tambahan sumber pendapatan bagi petani. Melalui Gerbang Insan Mapan, PHKT memperkenalkan integrasi pertanian padi dengan perikanan melalui metode mina padi. Dengan metode tersebut, lahan sawah tidak hanya digunakan untuk menanam padi, tetapi juga dimanfaatkan untuk budidaya ikan dalam area yang sama.
“Sehingga ada dua sumber pendapatan petani, tidak hanya dari produksi padinya saja tetapi juga dari perikanannya. Pendapatan yang tadinya Rp1,1 juta sekarang meningkat menjadi Rp1,7 juta dengan metode ini,” ucap Elis.
Ia menambahkan, penerapan metode mina padi yang pada awalnya dilakukan melalui demonstration plot (lahan percontohan) seluas dua hektar kini telah berkembang menjadi sekitar sepuluh hektar. Perluasan tersebut terjadi karena petani lain melihat manfaat dan kemudian menerapkan metode serupa di lahan mereka.
Untuk saat ini, hasil produksi padi dan ikan dari program Gerbang Insan Mapan masih diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal di PPU. PHKT berharap program tersebut dapat mendukung kemandirian pangan masyarakat sekaligus berpotensi direplikasi di wilayah lain yang memiliki kondisi dan potensi serupa. (Cheny Armadhini)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....