140 Titik Api Terdeteksi di Kukar, Pemkab Fokuskan Penanganan pada 50 Lokasi

  • 31 Agt 2026 10:43 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Kukar - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul terdeteksinya ratusan titik api berdasarkan pemantauan citra satelit.

Dari sekitar 140 titik yang terpantau melalui citra satelit, pemerintah daerah menyebut hasil pengecekan langsung di lapangan menunjukkan sekitar 50 titik yang memerlukan penanganan.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan tidak seluruh titik yang terdeteksi satelit berada dalam kondisi yang sama. Sejumlah lokasi memiliki tingkat kebakaran lebih besar sehingga membutuhkan perhatian dan penanganan khusus.

“Namun, berdasarkan pantauan di lapangan, ada sekitar 50 titik api. Memang ada titik api yang besar dan perlu perhatian khusus dalam penanganannya,” ujar Aulia, Minggu 30 Agustus 2026.

Mengantisipasi kebakaran meluas, Pemkab Kukar mendorong pembentukan pos terpadu karhutla hingga tingkat desa dan kelurahan. Keberadaan pos tersebut diharapkan dapat memperpendek waktu respons ketika indikasi kebakaran ditemukan.

Menurut Aulia, penanganan dari tingkat paling dekat dengan lokasi kejadian menjadi penting karena kondisi kebakaran dapat berubah dengan cepat, terutama ketika berlangsung di tengah cuaca panas dan kering.

Pemerintah daerah memperkirakan musim kemarau masih berlangsung hingga Oktober. Jika hujan belum turun secara signifikan, kondisi kering bahkan berpotensi bertahan sampai November.

Karena itu, kesiapsiagaan tidak hanya dibebankan kepada BPBD maupun petugas pemadam. Koordinasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat juga dinilai menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran.

Aulia mengingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan api ketika membuka atau membersihkan lahan. Langkah pencegahan tersebut dinilai lebih efektif dibandingkan melakukan penanganan setelah kebakaran terlanjur meluas.

Selain ancaman terhadap lingkungan, karhutla juga berpotensi menimbulkan kabut asap yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

“Jika sering diguyur hujan, penanganan karhutla akan lebih mudah,” kata Aulia.

Pemerintah Kabupaten Kukar kini berupaya memperkuat sistem penanganan dari tingkat desa hingga kabupaten. Dengan keberadaan pos terpadu dan koordinasi antarinstansi, titik api diharapkan dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....