Air di Samarinda Disebut Mulai Asin, Dinkes Ingatkan Dampaknya Bagi Kesehatan

  • 30 Agt 2026 14:55 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mengingatkan dampak konsumsi dan penggunaan air asin terhadap kesehatan. Hal ini menyusul laporan warga terkait air PDAM yang mulai terasa asin di tengah musim kemarau.

Keluhan tersebut disampaikan seorang warga Kota Tepian, Kristianto dalam program Halo RRI Pro 1 RRI Samarinda, Rabu, 26 Agustus 2026. Ia menyebut perubahan kondisi air diduga berkaitan dengan masuknya air laut ke aliran Sungai Mahakam.

“Air PDAM sekarang keruh, kemudian rasanya juga asin. Mungkin karena air laut sudah masuk ke Sungai Mahakam,” kata Kristianto, dikutip dari rri.co.id, Minggu, 30 Agustus 2026.

Menanggapi laporan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih, mengatakan masyarakat memang perlu mewaspadai perubahan kualitas air. Terlebih, air dengan kandungan garam tinggi dapat menimbulkan risiko apabila dikonsumsi secara berlebihan.

“Kalau laporan secara resmi memang belum ada, tetapi kita harus waspadai. Menurut catatan kami, intrusi air masuk ke Sungai Mahakam, air asin ini baru di ujung,” ujar Ismed.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Kesehatan Olahraga Dinkes Samarinda, Maryam Amir, menjelaskan air dengan kadar garam tinggi sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Sebab, kandungan garam yang terlalu tinggi dapat memengaruhi kerja ginjal.

“Kalau asin itu biasanya kalau berlebihan arahnya ke ginjal, jadi aktivitas ginjalnya bisa terganggu. Kalau kita pakai mandi akan memengaruhi kulit yang terasa kering, kemudian mata juga bisa perih,” ujar Maryam.

Ia menuturkan, perubahan kualitas air dapat diketahui secara mudah dari kondisi fisiknya. Perubahan rasa, bau, maupun warna dapat menjadi tanda awal yang perlu diwaspadai.

Untuk memastikan kualitas air yang dikonsumsi dan digunakan oleh masyarakat aman, Maryam mengaku, pihaknya rutin melakukan surveilans kualitas air minum rumah tangga dengan memeriksa tiga parameter, yakni fisik, kimia, dan biologi.

"Jadi kalau biologi itu biasanya kita periksa ada kadar bakteri E. coli apa tidak. Kemudian kalau fisiknya itu dari bau, rasa, dan warna. Kemudian secara kimia kita lihat kadar oksigen terlarutnya. Ada enggak pencemaran di dalamnya," kata Maryam, menjelaskan.

Namun apabila masyarakat terlanjut menemukan perubahan air menjadi asin atau keruh, ia menyarankan untuk segera melapor ke PDAM terlebih dulu. Sebab menurutnya, perubahan kualitas air tidak selalu dipengaruhi oleh musim kemarau, tetapi juga bisa akibat kebocoran pada pipa.

“Kalau bisa dilaporkan dulu, kalau tidak ke PDAM langsung bisa ke RT atau ke kelurahan. Ke Puskesmas juga bisa karena ada keterkaitan dengan kualitas air minum,” ucap Maryam, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....