Samarinda Raih Pengakuan WHO, Dorong Kota Aman dan Inklusif

  • 29 Agt 2026 13:25 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Kota Samarinda mendapat pengakuan dalam WHO Healthy Cities Recognition Awards 2026, sebuah penghargaan yang menempatkan kesehatan, keamanan, dan kesetaraan sebagai bagian dari pembangunan perkotaan.

Penghargaan tersebut diberikan melalui kategori “Preventing Violence and Promoting Gender Equality: Transforming Urban Systems, Norms, and Spaces”. Penyerahan dan presentasi penghargaan dijadwalkan berlangsung pada 1–3 September 2026 di Sydney, Australia, dalam rangkaian konferensi Alliance for Healthy Cities.

Pengakuan ini menjadi penting karena konsep kota sehat tidak lagi sebatas berbicara mengenai rumah sakit, puskesmas atau layanan kesehatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan lingkungan perkotaan yang aman, inklusif, berkelanjutan serta mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sebagai bagian dari pembangunan kota sehat.

Kategori yang diraih Samarinda secara khusus menyoroti upaya kota dalam mencegah kekerasan sekaligus mendorong kesetaraan gender melalui perubahan sistem, norma sosial dan ruang perkotaan.

WHO menyebut pendekatan tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai langkah, seperti peningkatan keamanan transportasi dan ruang publik, perencanaan kota yang responsif gender, penguatan mekanisme pelaporan, layanan bagi penyintas kekerasan, hingga kampanye publik untuk mengubah norma yang berpotensi melanggengkan kekerasan.

Dengan demikian, pengakuan ini tidak semata-mata menjadi penghargaan atas sebuah program. Lebih jauh, penghargaan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan kota juga dinilai dari kemampuan pemerintah menciptakan ruang yang memungkinkan masyarakat hidup, bekerja, belajar dan beraktivitas dengan aman.

Khusus bagi perempuan dan kelompok yang rentan mengalami kekerasan, keamanan ruang publik menjadi bagian penting dari kualitas hidup. Jalan, fasilitas transportasi, lingkungan permukiman, sekolah hingga ruang interaksi masyarakat harus dirancang agar dapat digunakan secara aman dan setara.

Forum internasional tersebut juga mensyaratkan inisiatif yang diajukan telah dilaksanakan dalam dua tahun terakhir, menunjukkan kemajuan yang terukur dan didukung bukti. Artinya, penghargaan WHO tidak hanya bertumpu pada gagasan, tetapi juga melihat praktik serta hasil yang dapat ditunjukkan oleh kota yang dinilai.

Kepala Forum Kota Sehat Kota Samarinda, Rinda Wahyuni Andi Harun, dijadwalkan hadir bersama tim dalam agenda penghargaan dan presentasi di Sydney.

“Penghargaan ini menjadi apresiasi sekaligus dorongan agar upaya membangun kota yang sehat, aman, nyaman dan inklusif terus diperkuat untuk kepentingan masyarakat,” ucapnya.

Bagi Samarinda, pengakuan internasional ini sekaligus membawa tantangan baru. Penghargaan tidak berhenti pada seremoni penerimaan, tetapi perlu diterjemahkan menjadi kebijakan dan pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu pekerjaan penting adalah memastikan ruang publik tidak hanya tersedia, tetapi juga aman digunakan semua kelompok masyarakat. Penerangan jalan, akses transportasi, desain fasilitas umum, mekanisme pengaduan serta respons terhadap kekerasan menjadi bagian yang saling berkaitan dalam membangun kota yang sehat.

WHO sendiri menekankan bahwa kota sehat membutuhkan pemerintahan dan sistem yang mendorong partisipasi masyarakat, memenuhi kebutuhan dasar, menyediakan lingkungan fisik yang aman serta membangun komunitas yang saling mendukung.

Samarinda sebelumnya juga telah terlibat dalam pelaporan pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal. Dalam Indonesia Voluntary National Review 2025, Samarinda tercatat sebagai salah satu pemerintah daerah yang telah menyusun Voluntary Local Review untuk menunjukkan perkembangan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat kota.

Keterlibatan tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan kota sehat semakin berkaitan dengan agenda yang lebih luas, mulai dari kesehatan masyarakat, kesetaraan, lingkungan, hingga tata kelola pemerintahan.

Karena itu, penghargaan WHO dapat menjadi momentum bagi Samarinda untuk memperluas kolaborasi antara pemerintah, komunitas, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat dan warga. Tujuannya bukan hanya mempertahankan pengakuan internasional, tetapi memastikan kota berkembang dengan ukuran keberhasilan yang paling dekat dengan masyarakat: aman untuk ditinggali, nyaman untuk beraktivitas, dan setara bagi semua.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....