Libatkan Masyarakat dalam Penanganan Karhutla, BPBD Paser Padamkan 103 Hotspot
- 26 Agt 2026 19:11 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Paser - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser memperkuat pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga tingkat masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk menekan risiko kebakaran meluas, terutama di wilayah yang memiliki material mudah terbakar.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Paser, Ruslan, mengatakan pihaknya membentuk posko di setiap kecamatan untuk mempercepat penanganan ketika muncul titik api.
“Upaya kami dalam menyikapi atau melakukan pencegahan pengendalian, kami bentuk posko di tiap-tiap kecamatan untuk melakukan penanganan dini,” ujar Ruslan, dalam Dialog Kentongan RRI Samarinda, Selasa, 25 Agustus 2026.
Melalui posko tersebut, BPBD mendorong laporan kebakaran disampaikan sedini mungkin, terutama jika api mulai mendekati permukiman warga.
Agar api tidak semakin merambat, Ruslan menuturkan, pihaknya juga melibatkan masyarakat dalam penanganan awal di lokasi.
“Ketika ada titik api yang mendekati permukiman atau di kawasan perkebunan, masyarakat melapor ke kecamatan. Untuk yang di wilayah perkebunan, di sana ada brigade api, ada kelompok masyarakat peduli api, melakukan upaya pemadaman dini,” kata dia.
Setiap laporan dari masyarakat akan dihimpun dan diteruskan ke pos komando BPBD Kabupaten Paser. Dengan pola tersebut, petugas dapat mengetahui kondisi di setiap wilayah dan menentukan langkah penanganan sesuai kebutuhan.
Ruslan menyebut, hingga 25 Agustus 2026, BPBD Paser mencatat 103 titik api yang terdeteksi dan seluruhnya telah berhasil dipadamkan. Pada hari yang sama, petugas juga menangani sejumlah titik api di beberapa wilayah dan berhasil dilumpuhkan.
“Ada 11 titik api yang sudah ditangani, yaitu di Kecamatan Batu Engau, Kecamatan Tanah Grogot, dan di Kecamatan Pasir Belengkong,” ucap Ruslan.
Menurutnya, kondisi lahan yang kering menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kebakaran di Paser. Material yang mudah terbakar antara lain semak belukar, lahan gambut, dan lahan mineral kering.
Namun khusus di Paser, lahan mineral kering menjadi material yang lebih sering terbakar. Karena itu, Ruslan menegaskan pentingnya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan.
BPBD Paser pun melibatkan berbagai pihak dalam upaya tersebut. Koordinasi dilakukan mulai tingkat kecamatan yang melibatkan camat, kapolsek, dan Komandan Rayon Militer.
"Untuk kerja sama dengan lintas sektor, termasuk dengan pihak perusahaan yang menjadi bagian daripada tim penanganan karhutla di Paser," ujar Ruslan.
Selain itu, BPBD juga mengoptimalkan peran kepala desa dalam menggerakkan masyarakat. Kelompok Masyarakat Peduli Api dan Kelompok Tani Peduli Api juga dilibatkan untuk melakukan pemantauan dan pemadaman dini.
“Peranan kepala desa kita optimalkan karena di sana juga secara kelembagaan dibentuk masyarakat peduli api, kelompok tani peduli api turut serta untuk melakukan upaya-upaya penanganan dini,” kata Ruslan.
Dengan melibatkan masyarakat, pemerintah kecamatan, aparat, perusahaan, dan kelompok peduli api, BPBD Paser berupaya memastikan setiap titik kebakaran dapat segera ditangani sehingga tak menimbulkan dampak yang lebih luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....