Karhutla Berau Capai 386 Hektare di 12 Kecamatan, BPBD Mulai OMC dan Perkuat Posko
- 26 Agt 2026 14:23 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Berau - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih melanda sejumlah wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Hingga Selasa, 25 Agustus 2026, BPBD Berau mencatat 169 kejadian dengan luas lahan terbakar mencapai 386,6 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Berau, Masyhadi Muhdi, mengatakan karhutla telah berdampak pada 12 dari 13 kecamatan di daerah tersebut. Sebagian besar area yang terbakar merupakan semak belukar milik masyarakat.
“Dengan total kejadian sampai saat ini 169 kali dengan luasan 386,6 hektare. Ini adalah lokasi atau area yang terdata karena ada beberapa lokasi yang memang tidak bisa dijangkau,” ujar Masyhadi, dalam Dialog Kentongan RRI Samarinda, Selasa.
Data tersebut, lanjutnya, terhitung sejak Juli 2026. Namun, sebagian besar atau lebih dari 70 persen kebakaran terjadi sepanjang Agustus.
Sejumlah wilayah pun kini mendapat pengawasan serius karena kondisi karhutla yang sering terjadi dan mulai memberikan dampak. BPBD Berau mencatat wilayah tersebut meliputi Kecamatan Sambaliung, Pulau Derawan, Segah, dan Teluk Bayur.
Masyhadi mengatakan, pemerintah daerah telah melakukan berbagai langkah untuk mengantisipasi dampak karhutla. Salah satunya dengan menetapkan status siaga darurat karhutla dan kekeringan sebagai langkah awal menghadapi kemungkinan kondisi yang lebih buruk.
"Kita antisipasi semua hal. Kami sudah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan. Ini sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu kita perlu mengeluarkan tanggap darurat," ucap Masyhadi.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Berau juga sudah memberikan imbauan dan surat edaran kepada masyarakat, salah satunya meliburkan kegiatan sekolah setelah asap mulai mengganggu wilayah perkotaan.
Masyhadi mengungkapkan, saat ini pihaknya juga mulai melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Ini sedang berlangsung selama 2 hari dengan rencana kita lakukan 5 atau 6 hari ke depan supaya bisa membantu daerah untuk menaburkan bibit garam agar bisa turun hujan di Kabupaten Berau," kata dia.
Di tingkat kecamatan, sambungnya, pemerintah juga telah melakukan koordinasi dan edukasi. Masyhadi menilai, pencegahan di akar rumput merupakan langkah penting karena masyarakat adalah orang yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian.
Ia pun meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan aktivitas pembakaran lahan. Jika terjadi kebakaran, masyarakat juga diimbau melakukan pemadaman mandiri selama masih memungkinkan sebelum petugas tiba di lokasi.
"Jika ada kejadian kebakaran, upayakan memadamkan sejak dini baru memanggil petugas, karena kalau menunggu petugas butuh waktu sehingga api tersebut sempat membesar," ucap Masyhadi.
Untuk mempercepat penanganan, BPBD Berau juga telah membagi wilayah kerja ke dalam lima zona dan menempatkan petugas serta posko sesuai dengan wilayah masing-masing. Masyhadi menyebut, pembagian itu menyesuaikan jalur utama dan kondisi geografis Berau yang cukup luas.
Dalam penanganan karhutla, pihaknya tidak bekerja sendiri, penanganan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Damkar, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan hingga PUPR dan BWS Kalimantan V Tanjung Selor.
"Itu kita bagi di masing-masing posko. Ini semua adalah upaya untuk penanganan di tingkat kecamatan yang jauh, karena Berau luasan lahan yang terbakar cukup luas 36 km persegi. Jadi, perlu strategi untuk melakukan penanganan," ujar Masyhadi, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....