Karhutla Pendingin Sanga-Sanga Capai 250 Hektare

  • 24 Agt 2026 07:00 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, hingga Sabtu 22 Agustus 2026 masih menyisakan sejumlah titik api. Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara yang diteruskan petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kaltim, Muriono, luas lahan yang terbakar sejak hari pertama hingga laporan terakhir diperkirakan mencapai 250 hektare.

Karhutla tersebut terjadi di wilayah RT 09 Kelurahan Pendingin. Tim gabungan masih melakukan upaya pemadaman karena titik api tersebar di sejumlah lokasi yang sulit dijangkau, terutama kawasan hutan gambut yang tidak memiliki akses jalan memadai.

Muriono menyampaikan, berdasarkan laporan lapangan, pemantauan melalui drone menunjukkan masih terdapat titik api di beberapa bagian wilayah Pendingin. Kondisi tersebut membuat proses penanganan harus dilakukan secara bertahap, ujarnya.

"Dari luasan keseluruhan yang diperkirakan mencapai sekitar 250 hektare, tim melakukan pemadaman pada area sekitar empat hingga lima hektare. Tim gabungan dikerahkan untuk mencegah api meluas dan mendekati kawasan permukiman warga," katanya.

Laporan mengenai titik api yang mengarah ke permukiman diterima petugas sekitar pukul 11.30 WITA. Setelah menerima informasi tersebut, tim langsung bergerak menuju RT 09 Pendingin untuk melakukan pemadaman.

Sebelumnya, sekitar pukul 09.00 WITA, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD telah melakukan koordinasi bersama tim gabungan. Tim kemudian bersiaga untuk merespons laporan kebakaran yang muncul di wilayah tersebut.

Pemadaman dilakukan menggunakan sumber air rawa yang berada di sekitar lokasi. Tim juga membawa sejumlah peralatan semi mekanis, di antaranya selang, mesin Tohatsu, jet shooter, water tank, mesin pompa, serta perlengkapan pendukung lainnya.

Untuk mendukung operasi di lapangan, BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara mengerahkan satu unit mobil tangki dalkarhutla, satu unit mobil Hilux komando dalkarhutla dan satu unit mobil slip on. Peralatan tersebut digunakan untuk membantu distribusi air dan mempercepat proses pemadaman.

Penanganan melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara, Redkar Sanga-Sanga, Koramil, pihak kecamatan, Damkar Matan, Polsek Anggana, hingga sejumlah relawan dan unsur masyarakat serta perusahaan yang berada di sekitar wilayah terdampak," ujar Muriono.

Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Selain sumber air yang cukup jauh, konektor selang beberapa kali mengalami masalah. Kondisi kabut asap yang cukup tebal serta angin kencang di lokasi juga menyulitkan petugas dalam mengendalikan api, katanya.

Pada sekitar pukul 20.00 WITA, tim TRC BPBD bersama tim gabungan menghentikan sementara kegiatan pemadaman dan kembali ke posko. Meski demikian, kondisi lahan belum sepenuhnya aman karena masih terdapat titik api yang terlihat di sejumlah lokasi.

Hingga laporan terakhir, penyebab kebakaran masih belum diketahui. Petugas bersama unsur terkait tetap melakukan pemantauan dan penanganan untuk mencegah api kembali meluas, terutama ke arah permukiman warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....