Suhu Capai 39 Derajat, Karhutla Muara Muntai Masih Terus Ditangani
- 24 Agt 2026 07:09 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Kayu Batu, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, memasuki hari keempat, Sabtu 22 Agustus 2026. Tim gabungan kembali melakukan pemadaman di sejumlah titik yang masih terbakar.
Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono, menyampaikan berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara, pemadaman hari keempat dilakukan sejak pukul 09.50 hingga 17.30 WITA. Lokasi karhutla berada di kawasan Desa Kayu Batu dengan kondisi lahan berupa semak belukar, pakis dan pepohonan.
"Jenis tanah di lokasi merupakan gambut sehingga membutuhkan penanganan secara intensif untuk memastikan api tidak kembali muncul di bawah permukaan," ujarnya.
Dari hasil penanganan selama empat hari, luasan area yang berhasil dipadamkan terus bertambah. Pada hari pertama tercatat 0,5 hektare, hari kedua 2 hektare, hari ketiga 2 hektare, dan pada hari keempat mencapai 3,5 hektare.
Sementara itu, luasan total kawasan yang terbakar hingga kini belum dapat dilakukan pengukuran. "Tim memprioritaskan upaya pemadaman dan pendinginan terhadap titik-titik api yang masih ditemukan di lapangan," katanya.
Dalam penanganan hari keempat, BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara mengerahkan sembilan personel, dibantu lima personel Manggala Agni, 199 personel dari PT Jaya Mandiri Sukses, serta unsur TNI dan Polri.
Berdasarkan laporan lapangan, tim gabungan melakukan koordinasi di Posko Penanggulangan sebelum menuju lokasi yang masih terbakar. Dari hasil pemantauan, sejumlah titik dilaporkan mulai kondusif, sementara tim diarahkan untuk menangani lokasi di Blok G48 yang masih terdapat api.
Setibanya di lokasi, personel BPBD bersama Manggala Agni langsung melakukan pemadaman. Sementara pihak PT Jaya Mandiri Sukses menangani blok lainnya, termasuk lokasi yang berada di luar kawasan HGU.
Guna mendukung pemadaman, petugas menggunakan mesin pompa Tohatsu, mesin apung, sejumlah selang pemadam, Y konektor dan nozzle. Armada yang digunakan meliputi Mobil Komando Rescue BPBD Kukar, Slip On BPBD Kukar, mobil tangki dalkarhutla serta Slip On Manggala Agni.
"Kondisi lokasi juga menjadi tantangan tersendiri karena tipe kebakaran merupakan kebakaran bawah dengan topografi datar dan sumber air berasal dari kanal. Kanal tersebut memiliki lebar sekitar empat meter dengan kedalaman sekitar 1,5 meter," ucap Muriono.
Cuaca pada Sabtu pagi hingga sore hari dilaporkan cerah dengan kecepatan angin sekitar 10 kilometer per jam. Bahkan, suhu di lokasi disebut mencapai 39 derajat Celsius, sehingga kondisi panas masih berpotensi mendukung penyebaran api apabila terdapat titik yang belum sepenuhnya padam.
Berdasarkan laporan BPBD Kukar, dugaan penyebab kebakaran berasal dari aktivitas pencari ikan yang membuka jalan dengan cara membakar. Kebakaran terjadi di kawasan yang berstatus Hak Guna Usaha (HGU), dengan status lahan tercatat milik PT Jaya Mandiri Sukses.
Setelah pemadaman selesai pada pukul 17.30 WITA, tim kembali menuju posko untuk melakukan koordinasi terkait perkembangan terbaru. Karena kondisi mulai gelap dan penerangan di lokasi terbatas, personel memutuskan kembali ke mess PT Jaya Mandiri Sukses dan tiba sekitar pukul 18.15 WITA dalam keadaan selamat.
Meski karhutla masih dalam penanganan, perkembangan di lapangan menunjukkan kondisi yang semakin membaik. Titik api disebut telah berkurang cukup signifikan, namun pemantauan dan penanganan tetap dilakukan untuk mencegah munculnya kembali api.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....