Karhutla Kaltim Melonjak, BPBD Catat 1.362 Hektare Terbakar pada Agustus
- 28 Agt 2026 19:15 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Tren kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) melonjak sepanjang Agustus 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, mengatakan berdasarkan Data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) mereka sejak Januari hingga 26 Agustus, secara keseluruhan area yang terbakar mencapai 1.595 hektare.
Dari jumlah tersebut, 1.362 hektare terjadi sepanjang Agustus, sedangkan 233 hektare terjadi pada Januari hingga Juli.
"Khusus Agustus, area terbakar didominasi lahan dengan luas 1.336,68 hektare. Kemudian kebun 25,41 hektare dan hutan 0,50 hektare. Januari hingga Juli, area terbakar terdiri atas 195,09 hektare lahan, 32,84 hektare hutan, dan 5,30 hektare kebun," ujar Buyung, dalam konferensi pers di Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur, Kamis, 27 Agustus 2026.
Menurutnya, peningkatan luasan tersebut sejalan dengan banyaknya titik panas (hotspot) yang terpantau selama bulan ini. Ia menyebut jumlahnya mencapai 14.795, meliputi 503 hotspot dengan tingkat kepercayaan rendah, 13.472 sedang, dan 820 tingkat kepercayaan tinggi.
Namun, Buyung mengingatkan bahwa hotspot tidak serta-merta menunjukkan adanya kebakaran. Setiap titik panas tetap perlu divalidasi untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.
"Ini titik panas ya, bukan titik api. Jadi kuncinya hotspot ini adalah memvalidasi. Makanya teman-teman dari Dinas Kehutanan selalu melakukan itu," kata Buyung.

Lebih lanjut Buyung mengatakan, kejadian karhutla sempat menurun pada 19 hingga 21 Agustus. Namun, tren tersebut kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir.
"Sekarang meningkat lagi. Sampai saat ini bahkan di daerah Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, belum beres-beres," ucap Buyung.
Apabila dilihat berdasarkan jumlah kejadian, sambungnya, Kabupaten Paser mencatat kasus karhutla terbanyak dengan 151 kejadian. Kemudian Samarinda sebanyak 91 kejadian dan Kutai Barat mencapai 77 kejadian.
Namun berdasarkan luasan area terbakar, Kutai Kartanegara justru menjadi daerah dengan luasan terbesar mencapai 480 hektare. Disusul Kutai Barat 383 hektare, Paser 358 hektare, Samarinda 126 hektare, dan Berau 102 hektare.
Menghadapi kondisi tersebut, Buyung mengaku telah memperkuat kesiapsiagaan bersama pemerintah kabupaten dan kota. "Kita sudah membuat SK Siaga Bencana dan edaran kepada kabupaten/kota tentang kesiapan bencana dini. Sebab kami posisinya adalah pembina atau koordinator, yang melaksanakan langsung itu adalah kabupaten/kota," kata dia.
Meski begitu, BPBD Kaltim tetap akan memberikan dukungan ketika daerah membutuhkan penguatan. Salah satunya melalui Tim Reaksi Cepat atau TRC yang disiapkan untuk membantu penanganan di lapangan.
Selain itu, BPBD Kaltim turut menyiapkan logistik untuk mendukung kebutuhan penanganan bencana. "Kami juga sudah melakukan distribusi logistik dalam upaya kesiapan bencana. Walaupun anggarannya enggak terlalu besar tapi tetap kami upayakan," ujar Buyung, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....