Karhutla Landa Sambaliung, Lima Hektare Lahan di Berau Terbakar
- 12 Agt 2026 06:47 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Jalan Bendungan Trans Bangun, Desa Bebanir Bangun, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Senin 10 Agustus 2026. Kebakaran diperkirakan menghanguskan sekitar lima hektare lahan dan kebun masyarakat.
Berdasarkan laporan TRC-PB BPBD Kabupaten Berau, yang di bagikan Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono, menyebutkan kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 14.00 WITA. Laporan kejadian kemudian diterima pada pukul 15.10 WITA.
Tim gabungan mulai melakukan penanganan di lokasi sekitar pukul 15.40 WITA hingga 19.50 WITA. Personel dikerahkan untuk melakukan pemadaman sekaligus pendinginan di sejumlah titik api.
“Penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Namun, dugaan sementara kondisi cuaca panas yang disertai angin kencang menjadi pemicu api membakar lahan,” ujar Muriono berdasarkan laporan TRC-PB BPBD Kabupaten Berau, Selasa 11 Agustus 2026.
Kondisi lahan yang terbakar sebagian besar merupakan lahan gambut. Situasi tersebut menyebabkan kepulan asap cukup tebal serta suhu panas dari bawah permukaan tanah meningkat sehingga menyulitkan petugas dalam melakukan pemadaman.
Dari hasil pemantauan tim di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar lima hektare. Namun, upaya pemadaman yang dilakukan petugas baru mampu mengatasi sekitar dua hektare lahan.
Penanganan dilakukan oleh TRC-PB BPBD Kabupaten Berau bersama Manggala Agni. Dalam operasi tersebut, BPBD mengerahkan dua unit mobil pengendalian kebakaran hutan dan lahan serta satu unit kendaraan operasional Hilux.
Sementara itu, Manggala Agni menurunkan dua unit motor trail untuk membantu mobilitas petugas menuju lokasi yang sulit dijangkau kendaraan. Tim gabungan terus berupaya mengendalikan api agar tidak meluas ke area lainnya.
“Petugas menghadapi sejumlah kendala, antara lain asap tebal, suhu panas dari bawah lahan gambut, keterbatasan armada, akses lokasi yang sulit, tidak adanya penerangan, serta terdapat titik api yang berada jauh di dalam sehingga sulit dijangkau,” katanya.
Kondisi tersebut juga membuat personel mengalami kelelahan sehingga tidak seluruh titik api dapat dimasuki dan dipadamkan. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan keselamatan petugas di lapangan.
BPBD Kabupaten Berau menyatakan pemantauan dan penanganan terhadap titik api tetap dilakukan. Selain lokasi di Bebanir Bangun, terdapat beberapa titik karhutla lainnya yang juga telah ditangani tim gabungan, namun data lengkap mengenai kejadian tersebut masih dalam proses pelaporan.
BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, khususnya di tengah kondisi cuaca panas dan angin kencang. Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....