Lahan Bekas Tambang Berpeluang Ditanami Alpukat, Ini Syaratnya
- 03 Agt 2026 07:22 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Ribuan hektare lahan bekas tambang di Kalimantan Timur dinilai masih memiliki peluang dimanfaatkan untuk sektor pertanian apabila dikelola dengan teknik yang tepat. Salah satu tanaman yang berpotensi dikembangkan adalah alpukat, asalkan media tanam disiapkan sesuai kebutuhan tanaman.
Pandangan tersebut disampaikan Owner Kebune BLS Avocado, Latif, yang selama beberapa tahun terakhir mengembangkan berbagai varietas alpukat unggul di Samarinda. Menurutnya, tidak semua lahan bekas tambang harus dianggap tidak produktif karena sebagian masih dapat dimanfaatkan setelah melalui proses perbaikan media tanam.
"Banyak pelanggan bertanya apakah lahan bekas tambang bisa ditanami alpukat. Menurut saya bisa, tetapi harus dilihat dulu kondisinya. Kalau di lokasi itu sudah mulai tumbuh rumput, berarti ada peluang untuk ditanami," kata Latif kepada rri.co.id, Senin 3 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, keberadaan rumput menjadi salah satu indikator awal bahwa lahan mulai memiliki kemampuan mendukung pertumbuhan tanaman. Namun, sebelum bibit ditanam, lahan tetap memerlukan perlakuan khusus agar akar dapat berkembang dengan baik.
Latif menyarankan pembuatan lubang tanam berukuran sekitar 60 sentimeter x 60 sentimeter dengan kedalaman 60 sentimeter. Lubang tersebut kemudian diisi menggunakan media tanam yang terdiri atas tanah lapisan atas (top soil), sekam, serta pupuk kandang yang telah difermentasi.
"Media tanam harus kita siapkan terlebih dahulu. Jangan langsung ditanam di tanah bekas tambang. Dengan perlakuan seperti itu peluang tanaman untuk tumbuh akan jauh lebih baik," ujarnya.
Menurutnya, pendekatan tersebut dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang memiliki lahan bekas tambang berskala kecil maupun lahan tidur yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Selain meningkatkan produktivitas lahan, budidaya tanaman buah juga dapat memberikan nilai tambah ekonomi karena alpukat termasuk komoditas hortikultura yang permintaannya terus meningkat di pasar.
Kalimantan Timur sendiri masih memiliki banyak lahan yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Di sejumlah wilayah, bekas aktivitas pertambangan maupun lahan kosong masih mendominasi bentang alam sehingga membutuhkan inovasi agar kembali memiliki nilai ekonomi dan ekologis.
Pemanfaatan lahan melalui tanaman produktif juga sejalan dengan upaya reklamasi yang tidak hanya berorientasi pada penghijauan, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Meski demikian, Latif mengingatkan bahwa setiap lahan memiliki karakteristik yang berbeda sehingga calon petani perlu memahami kondisi tanah sebelum memulai penanaman. Analisis sederhana terhadap kondisi lahan dan pemilihan media tanam yang sesuai akan menentukan keberhasilan budidaya dalam jangka panjang.
Pengalaman Kebune BLS Avocado menunjukkan bahwa pengembangan hortikultura di Kalimantan Timur tidak selalu bergantung pada lahan pertanian baru. Dengan pendekatan budidaya yang tepat, lahan yang sebelumnya dianggap tidak produktif pun berpeluang kembali menghasilkan, sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat dan mendukung pertanian yang lebih berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....