DLH Samarinda Alirkan Air Eks Tambang untuk Selamatkan Lahan Pertanian

  • 15 Sep 2026 14:48 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kekeringan yang melanda Kota Samarinda tidak hanya berdampak pada kebutuhan air masyarakat, tetapi juga mengancam aktivitas pertanian dengan sekitar 654 hektare lahan berpotensi mengalami gagal tanam.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda Suwarso mengatakan kondisi tersebut terjadi karena petani seharusnya mulai menggarap dan menanam pada awal September, namun ketersediaan air yang terbatas menyebabkan proses tersebut tertunda.

“Sekitar 654 hektar lahan itu mengalami kekeringan sehingga berpotensi untuk menjadi gagal tanam,” kata Suwarso dalam hearing bersama Komisi III DPRD Kota Samarinda, pada Selasa 15 September 2026.

Untuk mengurangi dampak kekeringan, DLH bersama pihak terkait memanfaatkan void bekas tambang sebagai sumber air untuk pengairan lahan pertanian. Kualitas air dari sejumlah void tersebut telah diperiksa Dinas Lingkungan Hidup dan dinyatakan layak untuk kebutuhan pertanian.

Suwarso menyebut penyiraman telah dilakukan pada sejumlah kawasan, di antaranya Makroman, Serayu, Betapus, Bukuan, dan Bantuan. Total lahan yang telah mendapatkan suplai air mencapai sekitar 207 hektare.

Di Makroman, pemanfaatan void atau lubang bekas tambang telah dilakukan oleh kelompok tani Harapan Baru, sementara kelompok tani Karanganyar dipersiapkan untuk mendapatkan suplai serupa. Sumber air lainnya juga disiapkan di kawasan Tanah Merah untuk membantu pengairan lahan di Serayu.

“Dari Dinas Lingkungan Hidup sudah melakukan survei secara langsung layak untuk kepentingan pertanian. Tapi belum layak untuk MCK. Jadi untuk pertanian masih aman,” ujar Suwarso.

DLH Samarinda akan melanjutkan distribusi air ke lahan pertanian sesuai keperluan kelompok tani. Pemanfaatan sumber air alternatif tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko gagal tanam selama kondisi kekeringan masih berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....