Perusahaan di Sungai Siring Ikut Bantu Tangani Karhutla Samarinda Utara

  • 07 Sep 2026 13:54 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Upaya mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Sungai Siring, Samarinda Utara, tidak hanya mengandalkan pemerintah dan masyarakat. Sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut turut mengambil peran dalam membantu penanganan kebakaran serta memberikan edukasi kepada warga.

Kepala Seksi Pemerintahan, Ketentraman dan Ketertiban Kelurahan Sungai Siring, Yusriansyah, mengatakan keterlibatan perusahaan menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi karhutla, terutama ketika kondisi kemarau membuat lahan lebih mudah terbakar. Dukungan tersebut diberikan melalui kegiatan tanggap kebakaran hingga sosialisasi kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, mereka juga ikut membantu saat pemadaman kebakaran lahan dan juga sosialisasi kepada warga,” ujar Yusriansyah pada Senin 7 September 2026.

Menurutnya, keterlibatan perusahaan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) kepada masyarakat. Pemerintah Kelurahan Sungai Siring juga terus membangun komunikasi dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut untuk mengantisipasi berbagai risiko selama musim kemarau.

Yusriansyah mengatakan, koordinasi secara khusus dilakukan terhadap kawasan yang dinilai memiliki potensi membahayakan ketika kemarau berlangsung cukup panjang. Salah satunya adalah area bekas atau kawasan pertambangan yang perlu mendapatkan perhatian lebih karena kondisi lingkungan yang kering dapat meningkatkan risiko penyebaran api.

“Kita selalu berkoordinasi kepada perusahaan-perusahaan. Misalnya ada tambang yang memang membahayakan pada waktu kemarau panjang, itu selalu kita mitigasi jangan sampai terjadi api,” katanya.

Dalam penanganan kebakaran, perusahaan tidak hanya memberikan dukungan dalam bentuk imbauan. Pihak swasta juga disebut membantu menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan ketika proses pemadaman berlangsung.

“Mereka juga menyediakan sarana prasarana kepada masyarakat pada saat pemadaman dan mengakomodasi pihak-pihak instansi yang melakukan pemadaman,” ucap Yusriansyah.

Kepala Seksi Pemerintahan, Ketentraman dan Ketertiban Kelurahan Sungai Siring, Yusriansyah, saat dialog bersama RRI melalui zoom. (Foto: Tangkapan layar youtube RRI Samarinda)

Dukungan tersebut dinilai membantu petugas dan relawan dalam mempercepat penanganan ketika kebakaran terjadi. Selain dukungan teknis, perusahaan juga terlibat dalam kegiatan sosialisasi bersama pemerintah kelurahan dan unsur pekerja sosial masyarakat.

Yusriansyah menjelaskan, sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan pemahaman warga mengenai bahaya pembakaran lahan dan hutan, khususnya ketika memasuki periode kemarau. Edukasi tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan api di sekitar lahan kering.

“Bentuk-bentuk sosialisasi juga ikut bersama pihak kelurahan maupun IPSM Kelurahan Sungai Siring, memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya pembakaran lahan dan hutan pada saat musim kemarau ini,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah kelurahan kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Larangan membakar sampah dan membuka lahan dengan cara membakar menjadi pesan utama yang terus disampaikan kepada warga.

“Masyarakat itu diimbau pada saat musim kemarau ini jangan membakar sampah, jangan membuka lahan dengan cara membakar,” kata Yusriansyah.

Menurutnya, kondisi kekeringan dan keterbatasan air juga harus dihadapi dengan menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Warga diharapkan tidak melakukan tindakan yang dapat memperburuk situasi, terutama ketika sumber air mulai berkurang.

“Dalam hal kekeringan dan kekurangan air, masyarakat harus tetap menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing,” ucapnya.

Ia menekankan, menjaga keamanan dan ketertiban selama musim kemarau merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, perusahaan, petugas, relawan, dan masyarakat perlu berkoordinasi agar potensi kebakaran dapat dicegah sedini mungkin.

Kolaborasi berbagai pihak tersebut menjadi semakin penting mengingat wilayah Sungai Siring telah mengalami sejumlah kejadian kebakaran lahan selama musim kemarau. Dengan kondisi lahan yang kering, upaya pencegahan dinilai jauh lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan penanganan setelah api muncul.

Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap remeh aktivitas yang berkaitan dengan api. Tidak membakar sampah, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap warga untuk membantu mencegah karhutla di Samarinda Utara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....