Dekranasda Kaltim Dorong Kriya dan Wastra Benua Etam Tembus Pasar Nasional

  • 12 Jul 2026 07:16 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Makassar – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kalimantan Timur, Sarifah Suraidah Harum, menegaskan komitmen pihaknya dalam memperkuat pengembangan sektor kriya dan wastra daerah agar semakin dikenal serta mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Komitmen tersebut disampaikan saat meninjau booth Dekranasda Kalimantan Timur dan booth Dekranasda kabupaten/kota se-Kaltim dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di salah satu pusat hiburan dan perbelanjaan di Makassar, Jumat 10 Juli 2026

Dalam kunjungannya, Sarifah Suraidah didampingi Wakil Ketua Dekranasda Kaltim Wahyu Hernangingsih Seno beserta jajaran pengurus. Mereka menyapa para perajin, melihat langsung produk unggulan yang dipamerkan, sekaligus memberikan motivasi agar pelaku usaha kerajinan terus meningkatkan kualitas produk dan memperluas akses pemasaran.

Menurut Sarifah Suraidah, keikutsertaan Kalimantan Timur dalam ajang nasional tersebut tidak hanya bertujuan mempromosikan produk unggulan daerah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas budaya Benua Etam kepada masyarakat yang lebih luas.

“Keikutsertaan dalam pameran nasional seperti ini menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Timur melalui karya-karya kriya dan wastra yang memiliki nilai seni sekaligus nilai ekonomi,” ujarnya.

Berbagai produk unggulan Kalimantan Timur tampil dalam pameran tersebut, mulai dari anyaman rotan, kerajinan manik-manik, hingga wastra khas seperti Tenun Doyo, Sulam Tumpar, dan Batik Kalimantan Timur dengan sentuhan motif kontemporer. Produk-produk tersebut dinilai mampu menunjukkan bahwa warisan budaya lokal dapat berkembang mengikuti tren pasar tanpa meninggalkan akar tradisinya.

Sarifah menilai keberhasilan pengembangan industri kerajinan daerah memerlukan sinergi yang kuat antara Dekranasda provinsi dengan Dekranasda kabupaten dan kota. Kolaborasi tersebut menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk lokal, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para perajin.

“Kreativitas yang ditampilkan seluruh kabupaten dan kota hari ini menunjukkan bahwa kriya dan wastra Kalimantan Timur memiliki kualitas yang sangat baik dan berpotensi besar untuk terus berkembang. Tugas kita bersama adalah memastikan produk-produk tersebut mendapat pendampingan dan promosi yang berkelanjutan,” katanya.

Ia juga mengajak para perajin memanfaatkan momentum HUT ke-46 Dekranas untuk memperluas jejaring usaha, membangun kemitraan, serta mempelajari berbagai inovasi dari daerah lain yang dapat diadaptasi dalam pengembangan produk kerajinan di Kalimantan Timur.

Peringatan HUT ke-46 Dekranas tahun ini mengusung tema “Cipta Karya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”. Tema tersebut mencerminkan upaya Dekranas dalam mendorong lahirnya produk kerajinan yang inovatif, bernilai tambah, ramah lingkungan, dan mampu bersaing di pasar global.

Sarifah menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan program pembinaan yang terus dilakukan Dekranasda Kaltim kepada para pelaku usaha kriya dan wastra. Melalui pendampingan yang berkesinambungan, pihaknya berharap semakin banyak produk unggulan daerah yang mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

“Kami ingin kriya dan wastra Kalimantan Timur tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat daerah, tetapi juga tampil sebagai representasi budaya Indonesia di tingkat dunia,” ucapnya.

Partisipasi Kalimantan Timur dalam peringatan HUT Dekranas ke-46 menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat posisi produk kerajinan daerah di tengah persaingan industri kreatif yang semakin kompetitif, sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi bagi para perajin lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....