BPSDM Kaltim Dorong Birokrasi Berkelas Dunia lewat Manajemen Talenta ASN
- 01 Agt 2026 18:09 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Kaltim Corpu Webinar Series bertema “Membangun Talent-Driven Government” pada Jumat 31 Juli 2026. Kegiatan tersebut membahas strategi penerapan manajemen talenta ASN untuk mendukung terwujudnya birokrasi yang kompetitif dan berkelas dunia.
Kepala BPSDM Kaltim, Nina Dewi, mengatakan transformasi birokrasi tidak hanya berkaitan dengan penyederhanaan struktur organisasi maupun digitalisasi layanan. Menurutnya, perubahan yang mendasar harus dimulai dari transformasi sumber daya manusia yang menjadi penggerak utama pemerintahan.
“Transformasi birokrasi yang sesungguhnya dimulai dari transformasi sumber daya manusianya,” ujar Nina Dewi. Ia menilai pemerintah membutuhkan aparatur yang kompeten, berintegritas, adaptif, kolaboratif, serta mampu menghasilkan kinerja terbaik di tengah perubahan yang semakin cepat.
Nina menjelaskan, perkembangan teknologi dan meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik menjadi tantangan yang harus dijawab oleh seluruh instansi pemerintah. Karena itu, pengelolaan ASN perlu dilakukan secara lebih terarah dengan menempatkan kompetensi dan kinerja sebagai dasar pengambilan keputusan.
Dalam konteks tersebut, sistem merit menjadi fondasi penting dalam pengelolaan ASN. Sistem ini memastikan proses perencanaan kebutuhan, pengadaan, pengembangan kompetensi, promosi, mutasi, hingga pengembangan karier dilakukan berdasarkan kualifikasi, kompetensi, kinerja, potensi, dan integritas.
Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN Badan Kepegawaian Negara (BKN), Herman, mengatakan konsep talent-driven government menempatkan data talenta sebagai dasar dalam menggerakkan organisasi. Seluruh kebijakan pengelolaan sumber daya manusia, terutama dalam penempatan jabatan, diarahkan agar tidak dipengaruhi pertimbangan non-merit.
“Semua keputusan organisasi betul-betul berbasis talenta,” kata Herman. Ia menjelaskan, data talenta dapat diperoleh melalui hasil asesmen, rekam jejak, pengalaman, serta portofolio yang menggambarkan kapasitas dan potensi setiap ASN.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....