BKKBN Kaltim Dorong Ibu Muda Bekerja Lewat Program Tamasya

  • 08 Jun 2026 11:59 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda- Rendahnya partisipasi perempuan dalam dunia kerja masih menjadi tantangan pembangunan keluarga di Indonesia. Di sisi lain, banyak ibu muda yang ingin membantu meningkatkan ekonomi keluarga, tetapi terkendala pengasuhan anak saat ditinggal bekerja.

Melihat kondisi tersebut, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengembangkan Program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) sebagai upaya menghadirkan layanan pengasuhan anak yang aman, berkualitas, dan terstandar.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, Sunarto, mengatakan program tersebut tidak hanya berfokus pada pengasuhan anak, tetapi juga memberikan ruang bagi perempuan untuk tetap produktif dan berkontribusi terhadap kesejahteraan keluarga.

Hal itu disampaikan saat Kick Off Pelayanan KB dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di Gedung PKK Kota Samarinda, Senin, 8 Juni 2026.

“Tamasya memastikan bahwa dalam pengasuhan, yang mengasuh memiliki standar dan kompetensi yang baik,” ujarnya.

Menurut Sunarto, pola pengasuhan anak selama ini masih banyak bergantung pada pengalaman turun-temurun dalam keluarga. Padahal kebutuhan tumbuh kembang anak terus berkembang sehingga membutuhkan pendekatan yang lebih terukur dan berbasis pengetahuan.

Karena itu, Tamasya dirancang untuk memastikan anak mendapatkan pengasuhan yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan fisik, mental, sosial, dan emosionalnya. Pengasuh yang terlibat juga diharapkan memiliki kompetensi yang memadai sehingga kualitas layanan dapat terjaga.

Selain mendukung tumbuh kembang anak, program tersebut juga memiliki dampak ekonomi yang cukup besar. Sunarto menilai keberadaan layanan pengasuhan yang berkualitas akan memberikan kesempatan lebih luas bagi perempuan untuk bekerja dan meningkatkan pendapatan keluarga.

“Tujuan berikutnya memberikan kesempatan kepada ibu-ibu muda untuk bekerja. Hari ini angkatan kerja perempuan masih rendah,” katanya.

Ia menjelaskan meningkatnya keterlibatan perempuan dalam dunia kerja dapat memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan keluarga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, hal tersebut harus diimbangi dengan tersedianya layanan pengasuhan anak yang aman dan terpercaya.

Menurut Sunarto, kualitas pengasuhan pada usia dini menjadi faktor penting dalam membentuk karakter dan kemampuan anak di masa depan. Karena itu, investasi pada pengasuhan yang baik sama pentingnya dengan investasi pada pendidikan dan kesehatan.

“Silakan membangun Tamasya, tetapi pastikan layanan yang diberikan memiliki standar yang baik dan benar-benar berpihak pada kebutuhan anak,” ucapnya.

BKKBN berharap pengembangan Tamasya dapat menjadi salah satu solusi untuk memperkuat ketahanan keluarga sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini menuju Generasi Emas 2045.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....