Duta Genre Kaltimtara Diminta Jadi Role Model Sesuai Karakter Daerah
- 03 Agt 2026 14:08 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur mendorong Pusat Informasi dan Konseling Remaja atau PIK-R untuk menjadi ruang pengembangan ide, aksi, dan kolaborasi yang memberikan dampak positif. PIK-R diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpul dan berbagi informasi, tetapi juga mampu memperkuat peran remaja dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungannya.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, Sunarto, mengatakan hingga saat ini terdapat 544 kelompok PIK-R yang tersebar di 15 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Keberadaan wadah tersebut perlu dioptimalkan untuk membangun kreativitas, kepemimpinan, serta kepedulian sosial generasi muda.
“PIK-R jangan hanya menjadi tempat berkumpul, berbagi cerita, berkreativitas, dan bertukar informasi. Wadah ini harus dimanfaatkan lebih dari itu dengan menghadirkan ide-ide yang berdampak positif bagi pertumbuhan remaja,” ujar Sunarto.
Sunarto menjelaskan, pendampingan remaja perlu disesuaikan dengan kondisi sosial dan budaya di setiap wilayah. Pendekatan yang diterapkan di Kalimantan Timur belum tentu dapat digunakan secara sama di Kalimantan Utara karena setiap daerah memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda.
Menurut Sunarto, para Duta Genre memiliki peran penting sebagai role model atau teladan bagi remaja di daerah masing-masing. Mereka diharapkan mampu menyampaikan pesan Program Genre dengan pendekatan yang sesuai dengan kondisi sosial budaya serta karakter lingkungan tempat tinggal.
Selain memperhatikan kondisi wilayah, pendampingan juga perlu disesuaikan dengan segmentasi remaja. Dalam Program Genre, terdapat kelompok berani, beraksi, dan berkolaborasi yang membutuhkan pola komunikasi serta metode pendampingan berbeda.
“Setiap segmentasi memiliki kebutuhan pendampingan yang berbeda. Para pembina perlu memahami pola dan metode yang tepat agar pesan serta program yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh remaja,” ujarnya pada Sabtu 1 Agustus 2026.
Sunarto menegaskan, tema “Aksara Merangkai Karsa, Menjaga Budaya, Menghadirkan Karya” tidak boleh hanya dipandang sebagai simbol kegiatan. Tema tersebut harus diterjemahkan melalui gagasan, pelestarian budaya, dan karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....