BKKBN Kaltim Kenalkan Tamasya sebagai Layanan Pengasuhan Terstandar
- 03 Agt 2026 16:06 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Program Taman Asuh Sayang Anak atau Tamasya menjadi salah satu program prioritas Kemendukbangga/BKKBN dalam memperkuat kualitas pengasuhan anak. Program tersebut dirancang untuk memastikan anak memperoleh pengasuhan yang baik, aman, serta terpantau tumbuh dan kembangnya.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, Sunarto, mengatakan Tamasya merupakan layanan pengasuhan anak yang terstandar. Program ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat penitipan anak, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan perkembangan anak secara menyeluruh.
“Ketika anak dititipkan di Tamasya, tumbuh dan kembangnya dapat dipantau dengan baik. Harapannya, anak memperoleh pengasuhan yang benar dan risiko stunting dapat ditekan,” ujar Sunarto saat Pembukaan Apresiasi Duta Genre dan Jambore Ajang Kreativitas Generasi Berencana Kaltimtara Tahun 2026, Sabtu 1 Agustus 2026.
Selain mendukung tumbuh kembang anak, Tamasya juga diharapkan membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk bekerja dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Menurut Sunarto, tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan masih berada pada angka sekitar 56,42 persen dan lebih rendah dibandingkan laki-laki.
Dengan tersedianya layanan pengasuhan yang aman dan berkualitas, perempuan dapat memperoleh kesempatan lebih besar untuk berpartisipasi dalam dunia kerja. Peningkatan keterlibatan perempuan diharapkan turut mendorong kenaikan pendapatan per kapita rumah tangga.
"Pengasuh di Tamasya akan memperoleh peningkatan kompetensi agar mampu memberikan layanan sesuai standar. Anak-anak juga akan mendapatkan pemantauan berkala, termasuk pengawasan terhadap tumbuh kembang, kebutuhan khusus, serta indikasi kekerasan yang memerlukan penanganan lebih lanjut," ujarnya.
Tamasya juga menyediakan ruang keterlibatan orang tua melalui kegiatan kelas pengasuhan atau parenting. Setiap anak direncanakan memiliki catatan perkembangan sebagai bahan pemantauan dan evaluasi selama mengikuti layanan.
Sunarto menambahkan, sistem rujukan juga disiapkan apabila ditemukan persoalan yang membutuhkan penanganan lanjutan. Melalui layanan tersebut, pemerintah menargetkan peningkatan partisipasi angkatan kerja perempuan hingga 70 persen dan penguatan kualitas pengasuhan anak menuju tahun 2045.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....