BKKBN Kaltim Perkuat Program Prioritas untuk SDM Unggul 2045

  • 03 Agt 2026 16:05 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Pembangunan sumber daya manusia unggul dinilai perlu dimulai sejak masa kehamilan hingga periode awal kehidupan anak. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, Sunarto, mengatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak dapat dilakukan secara instan. Kualitas generasi masa depan perlu dibangun melalui perhatian terhadap kondisi keluarga, kesehatan ibu, pemenuhan gizi, serta pengasuhan anak sejak dini.

“Untuk memastikan kualitas sumber daya manusia unggul, prosesnya dimulai sejak kehamilan. Karena itu, berbagai persoalan yang ada di keluarga harus menjadi perhatian bersama,” ujar Sunarto saat Pembukaan Apresiasi Duta Genre dan Jambore Ajang Kreativitas Generasi Berencana Kaltimtara Tahun 2026, pada Sabtu 1 Agustus 2026.

Berdasarkan hasil pendataan keluarga dan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, Kemendukbangga/BKKBN menginisiasi sejumlah program prioritas atau Quick Wins. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat pembangunan keluarga serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau GENTING. Program ini menyasar keluarga rentan melalui pemberian bantuan sesuai kebutuhan, baik berupa dukungan nutrisi maupun intervensi nonnutrisi.

Sunarto menjelaskan, penanganan stunting memerlukan kolaborasi dan integrasi berbagai pihak melalui pendekatan pentahelix. Perhatian terhadap pemenuhan gizi perlu dilakukan sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun atau selama periode 1.000 hari pertama kehidupan.

“Gerakan ini mengajak seluruh komponen di suatu wilayah untuk terlibat. Kita harus memastikan 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari kehamilan hingga anak berusia dua tahun, benar-benar terjaga dengan baik,” katanya.

Melalui penguatan program prioritas tersebut, pemerintah menargetkan peningkatan berbagai indikator pembangunan keluarga dan sumber daya manusia pada 2045. Target itu antara lain menjaga angka kelahiran total pada tingkat ideal, meningkatkan partisipasi angkatan kerja perempuan, serta menurunkan prevalensi stunting hingga lima persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....