Program Sekolah Rakyat Kaltim Jawab Kesenjangan Pendidikan Masyarakat
- 18 Mei 2026 09:01 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Program Sekolah Rakyat terus menjadi perhatian masyarakat sebagai upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi kelompok rentan di Kalimantan Timur. Kehadiran program ini dinilai mampu memberikan kesempatan belajar yang lebih merata bagi anak-anak dari keluarga miskin, rentan, hingga anak jalanan. Melalui pendidikan gratis dan sistem asrama, pemerintah berharap generasi muda dapat memperoleh kualitas pendidikan yang sama tanpa terbebani persoalan ekonomi.
Dalam dialog bersama RRI Samarinda, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kalimantan Timur, Achmad Rasyidi, menegaskan Sekolah Rakyat bukanlah bentuk kegagalan sistem pendidikan formal. “Sebetulnya bukan kegagalan, karena setiap sekolah memiliki kuota terbatas untuk warga tidak mampu,” ujarnya, dikutip Senin 18 Mei 2026.
Menurutnya, program ini hadir sebagai solusi tambahan agar masyarakat miskin tetap memiliki kesempatan mengakses pendidikan berkualitas. Achmad Rasyidi juga menjelaskan, gagasan Sekolah Rakyat muncul dari keinginan pemerintah untuk menciptakan pemerataan pendidikan secara menyeluruh.
Dikatakannya, Presiden Prabowo melihat masih banyak anak dari keluarga kurang mampu yang belum dapat menikmati pendidikan dengan fasilitas memadai. Karena itu, pemerintah menghadirkan sekolah unggulan yang seluruh kebutuhan siswanya ditanggung negara, mulai dari pendidikan, tempat tinggal, hingga perlengkapan belajar.
Keberadaan Sekolah Rakyat memberikan harapan baru bagi keluarga prasejahtera yang sebelumnya kesulitan menyekolahkan anak mereka. “Dengan adanya sekolah rakyat, orang tua tidak perlu lagi memikirkan biaya pendidikan karena semuanya sudah ditanggung pemerintah,” ucapnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan, negara berupaya hadir secara langsung untuk mengurangi beban ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dalam kesempatan yang sama, masyarakat juga memberikan perhatian terhadap kualitas fasilitas pendidikan. Salah seorang pendengar RRI Samarinda, Budiman Arif, menyampaikan pentingnya pengawasan terhadap gedung sekolah dan lingkungan belajar.
“Masalah kesehatan sekolah itu sangat penting, mulai dari kebersihan, MCK, listrik, hingga kondisi atap sekolah, ujar Budiman Arif. Menurutnya, lingkungan belajar yang sehat akan mendukung semangat siswa dan guru dalam menjalankan proses pendidikan.
Selain fasilitas fisik, Budiman Arif juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas manajemen sekolah. Ia menjelaskan, perlu adanya penyegaran atau rolling kepala sekolah agar tercipta inovasi dan perkembangan dalam dunia pendidikan. Menurutnya, kepala sekolah harus aktif melihat kondisi siswa, guru, dan lingkungan sekolah sehingga tercipta suasana belajar yang lebih kreatif, disiplin, dan produktif.
“Guru yang sehat dan semangat akan mampu mentransfer ilmu pengetahuan dengan baik kepada murid,” katanya.
Pernyataan tersebut menegaskan, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum, tetapi juga dipengaruhi oleh kesehatan lingkungan sekolah, kepemimpinan, dan semangat tenaga pendidik dalam membangun generasi muda yang cerdas dan berkarakter.
Program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan kesetaraan pendidikan di Kalimantan Timur. Dengan dukungan pemerintah, masyarakat, serta pengelolaan sekolah yang baik, program ini dapat menjadi solusi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....