Guru PAUD Kaltim Didorong Hilangkan Miskonsepsi tentang Numerasi

  • 11 Sep 2026 13:35 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Pemahaman numerasi hanya menjadi tanggung jawab guru matematika masih menjadi salah satu tantangan dalam penguatan pembelajaran di Indonesia. Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Timur mendorong seluruh pendidik, termasuk guru PAUD, memahami numerasi sebagai kecakapan hidup yang dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas pembelajaran.

Kepala BGTK Kaltim, Wiwik Setiawati, mengatakan masih terdapat miskonsepsi yang menyamakan numerasi dengan mata pelajaran matematika. Padahal, numerasi berkaitan dengan kemampuan menggunakan pengetahuan, keterampilan, dan penalaran untuk menyelesaikan persoalan.

“Banyak yang mengatakan numerasi itu mata pelajaran matematika atau tanggung jawab guru matematika. Padahal numerasi bukan sekadar berhitung, tetapi merupakan salah satu kecakapan hidup yang harus dimiliki setiap individu,” ujar Wiwik.

Wiwik menjelaskan kemampuan numerasi mencakup penggunaan penalaran matematika dalam kehidupan sehari-hari, termasuk memahami informasi dan mengambil keputusan berdasarkan data. Keterampilan tersebut membutuhkan proses pembelajaran yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

Menurut Wiwik, guru perlu menghubungkan konsep pembelajaran dengan konteks nyata agar anak memahami manfaat dari materi yang dipelajari. Pembelajaran yang hanya berfokus pada hafalan dinilai tidak cukup untuk membangun kemampuan bernalar dan memecahkan masalah.

“Ketika pembelajaran dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari, anak akan lebih mudah memahami manfaatnya. Karena itu, semua guru perlu terlibat dalam menanamkan konsep numerasi sesuai dengan jenjang dan karakteristik peserta didiknya,” kata Wiwik pada Kamis 10 September 2026.

Dalam konteks PAUD, pengenalan numerasi dapat dilakukan melalui kegiatan bermain yang mendorong anak mengenali pola, jumlah, ukuran, perbandingan, serta proses berpikir sederhana. Webinar tersebut juga dimanfaatkan peserta untuk bertukar pengalaman dan praktik pembelajaran yang telah diterapkan di sekolah masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....