BPBD Samarinda Imbau Warga Siapkan APAR di Rumah

  • 16 Apr 2026 08:08 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — BPBD Kota Samarinda mendorong setiap rumah memiliki alat pemadam api ringan (APAR) sebagai langkah awal penanganan kebakaran. Ketersediaan APAR dinilai efektif menekan risiko api membesar sebelum petugas tiba di lokasi.

Subkoordinator Kesiapsiagaan BPBD Kota Samarinda, Ir. Hamzah, dalam obrolan SPADA Rabu, 15 April 2026 menyebut kampanye penggunaan APAR telah lama dilakukan bersama Dinas Pemadam Kebakaran. Masyarakat diminta menyediakan APAR dengan ukuran yang sesuai kebutuhan rumah tangga.

“Terus apa lagi supaya menghindari kebakaran? Siapkan tabung APAR. Ini teman-teman dari Dinas Pemadam Kebakaran sudah sering mengampanyekan ini. Enggak usah besar-besar ya. Ada yang 3 kilo kayak tabung gas LPG itu atau yang setengahnya ada yang 1,5 kilo atau yang 500 gram itu bisa yang semprot-semprot itu yang biasa ditaruh di mobil warna merah. Nah, itu bisa,” ujarnya.

Penggunaan APAR terbukti membantu penanganan kebakaran skala kecil di lapangan. Respons cepat warga dengan alat tersebut dapat mencegah api meluas.

“Jadi contoh kayak kemarin kejadian, ada motor terbakar, ada bapak-bapak yang punya mobil, dia nolong dengan gunakan APAR tadi, nyemprot. Nah, mati apinya. Nah, itu memudahkan kita kalau terjadi api kecil yang bisa segera ditangani,” katanya.

BPBD juga mendorong ketersediaan APAR tidak hanya di tingkat rumah tangga, tetapi juga di lingkungan rukun tetangga (RT), terutama di kawasan padat penduduk yang rentan kebakaran.

“Iya. Bahkan kemarin itu karena memang ada program Purbaya, di setiap RT kami sarankan juga tidak hanya rawan banjir, rawan longsor. Nah, kalau daerahnya padat pemukiman kan rawan terbakar. Paling tidak itu di RT tersebut ada satu tabung APAR di pos kamling atau apa gitu ya yang kalau misalnya itu digunakan untuk menolong warga sekitarnya supaya bisa dipadamkan duluan sambil menunggu dari tim pemadam datang seperti itu,” ujarnya.

Dari sisi efektivitas, APAR dinilai lebih cepat memadamkan api dibanding air, terutama pada tahap awal kebakaran.

“Iya, karena dia kan sistemnya spray, langsung menyemprotkan bubuk, serbuk tadi untuk mematikan api, menghilangkan segitiga apinya. Nah, kalau tidak ada tadi air di rumah,” katanya.

Selain penyediaan APAR, edukasi penanganan darurat juga terus dilakukan kepada masyarakat. Pelatihan sederhana diberikan agar warga mampu merespons kebakaran kecil secara mandiri.

“Makanya kadang-kadang ada teman-teman dari Damkar yang bidang pencegahannya dia juga melakukan kampanye itu di RT, ibu-ibunya dilatih bagaimana cara matikan gas LPG kalau ada api terus gunakan kain, apakah handuk, handuk itu dibasahi terus dipakai untuk mematikan apinya biasanya di kompor seperti itu,” tuturnya.

Ia menilai kesiapsiagaan warga di tingkat rumah tangga dan lingkungan melalui langkah pencegahan tadi dapat menekan dampak kebakaran di kawasan permukiman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....