Karhutla Serentak di 13 Titik Melanda Kabupaten Berau

  • 10 Agt 2026 04:25 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi secara bersamaan di 13 titik di sejumlah wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Sabtu 8 Agustus 2026. Kondisi cuaca panas disertai angin kencang diduga turut mempercepat penyebaran api, sementara penyebab kebakaran hingga kini masih belum diketahui.

Berdasarkan laporan yang dibagikan Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono, sementara menyebutkan Tim TRC-PB BPBD Kabupaten Berau, menyebut kejadian pertama dilaporkan sekitar pukul 12.02 WITA setelah kebakaran diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 11.30 WITA.

Kegiatan penanganan karhutla dilakukan mulai pukul 13.40 hingga 23.40 WITA. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di Kampung Kasai, Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau.

Di wilayah Kasai, petugas menemukan sembilan titik api yang tersebar di kawasan lahan dengan total luas sekitar 10 hektare. Namun, kondisi medan dan keterbatasan sumber air membuat proses pemadaman menghadapi kendala.

Tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, Babinsa, pihak perusahaan dan masyarakat berhasil melakukan pemadaman pada area sekitar dua hektare. Sementara sebagian kawasan lainnya belum dapat ditangani secara maksimal karena tidak tersedia akses jalan menuju lokasi serta sumber air yang terbatas.

Selain Kasai, karhutla juga terjadi di kawasan Kilometer 12. Api di lokasi tersebut ditangani oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran dengan dukungan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP). Luas lahan yang terbakar di wilayah ini masih dalam pendataan.

Karhutla berikutnya dilaporkan terjadi di Singkoang. Api di lokasi tersebut berhasil dipadamkan secara mandiri oleh masyarakat. Berdasarkan laporan sementara, luas lahan yang terbakar di wilayah Singkoang diperkirakan mencapai satu hektare.

Sementara itu, kebakaran di Lamin yang berada di Jalan Poros Teluk Bayur-Labanan menghanguskan lahan sekitar lima hektare. Api di wilayah Tumbit Melayu juga berhasil dipadamkan oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 0,50 hektare.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Berau, H. Masyhadi Muhdi, S.Hut., M.Si., memerintahkan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik untuk mengerahkan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi kejadian.

Penanganan karhutla melibatkan TRC-PB BPBD, Manggala Agni, personel Pospol Labanan, personel Koramil Labanan, pihak perusahaan, KPHP serta masyarakat. Sejumlah armada juga dikerahkan, yakni dua unit mobil pengendalian karhutla BPBD, satu unit mobil slip-on Dinas Pemadam Kebakaran, satu unit kendaraan operasional Hilux dan satu unit kendaraan beserta peralatan Water Rex milik Manggala Agni.

BPBD Kabupaten Berau mencatat tidak ada korban terdampak maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, upaya penanganan masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari kondisi lahan yang berupa belukar, keterbatasan armada pemadaman, akses menuju lokasi yang sulit hingga tidak tersedianya penerangan di beberapa titik.

Petugas juga menemukan sejumlah lokasi kebakaran yang berada cukup jauh ke dalam kawasan sehingga sulit dijangkau untuk dilakukan pemadaman. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menghambat proses penanganan karhutla secara menyeluruh.

BPBD bersama unsur terkait terus melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api kembali membesar serta meluas ke kawasan lainnya. Laporan tersebut masih bersifat sementara dan perkembangan kondisi di lapangan akan terus dipantau oleh tim gabungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....