Kuota MBG 3B Samarinda Terbatas, Program Genting Jadi Solusi Alternatif
- 14 Apr 2026 17:30 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Cakupan penerima Program Makan Bergizi Gratis 3B yang menyasar Ibu hamil (Bumil), Ibu menyusui (Busui), dan Balita (non-PAUD) di Kota Samarinda masih terbatas, sehingga belum seluruh masyarakat yang membutuhkan dapat mengakses layanan tersebut. Pemerintah daerah pun menyiapkan alternatif melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) untuk menjangkau kelompok yang belum terakomodasi.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Samarinda, Deasy Evriyani, mengatakan penerima manfaat MBG 3B telah ditentukan sejak awal dan tidak melalui mekanisme pendaftaran terbuka.
“Penerima sudah ditentukan dari awal. Kami hanya menerima jumlah sasaran yang sudah ditetapkan,” ujarnya kepada rri.co.id Selasa 14 April 2026 di Samarinda.
Ia menjelaskan, penetapan kuota tersebut berasal dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga bersama BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, sehingga pemerintah daerah menjalankan program sesuai alokasi yang tersedia.
Meski demikian, kapasitas layanan di lapangan terus dioptimalkan. Saat ini, terdapat 56 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Samarinda, dengan 4 unit masih dalam tahap persiapan. Dari jumlah tersebut, 52 unit telah beroperasi, sementara 36 unit di antaranya secara khusus melayani program MBG 3B.
Adapun total penerima manfaat MBG 3B di Samarinda mencapai 3.052 orang, yang terdiri dari 328 ibu hamil, 501 ibu menyusui, dan 2.223 balita. Data ini menunjukkan bahwa program telah berjalan, namun belum mampu menjangkau seluruh kelompok rentan yang membutuhkan intervensi gizi.
“Memang banyak yang bertanya kapan kuotanya ditambah, karena kebutuhan di lapangan cukup besar,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Samarinda melalui DPPKB menghadirkan program alternatif Genting. Program ini dirancang untuk membantu pemenuhan gizi keluarga berisiko stunting yang belum masuk dalam daftar penerima MBG 3B.
“Untuk yang tidak mendapatkan MBG, kami bantu melalui program Genting, meski hanya selama tiga bulan,” ujarnya.
Program Genting melibatkan partisipasi masyarakat sebagai orang tua asuh yang berkontribusi dalam membantu pemenuhan kebutuhan gizi keluarga sasaran. Skema ini diharapkan dapat memperluas jangkauan intervensi, meskipun bersifat sementara.
Penentuan penerima manfaat dilakukan secara selektif oleh petugas lapangan seperti PLKB, PKB, serta Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang selama ini mendampingi keluarga berisiko stunting di tingkat kelurahan.
“Mereka yang benar-benar membutuhkan akan diprioritaskan, terutama yang belum masuk dalam kuota MBG,” ucapnya.
Dengan kombinasi program utama dan alternatif, pemerintah berharap seluruh kelompok sasaran tetap dapat memperoleh akses pemenuhan gizi secara bertahap. Langkah ini menjadi bagian dari strategi berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Kota Samarinda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....