Permintaan Udang Windu Kaltim Meningkat di Pasar Global

  • 11 Apr 2026 10:51 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Kinerja ekspor sektor perikanan Kalimantan Timur menunjukkan tren positif pada awal 2026, dengan komoditas udang beku menjadi andalan di pasar internasional.

Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur, total volume ekspor produk kelautan sepanjang Januari hingga Maret 2026 mencapai 670,3 ton dengan nilai transaksi menembus lebih dari Rp122,7 miliar. Capaian ini memperlihatkan kontribusi signifikan sektor perikanan terhadap perekonomian daerah.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan DKP Kaltim, Irma Listiawati, dalam keterangannya mengatakan udang windu beku dan udang pink beku menjadi komoditas unggulan yang mendominasi ekspor.

“Sejak awal tahun, udang windu dan udang pink beku terus menjadi primadona penyumbang volume terbesar. Bahkan, udang windu sendiri mendominasi lebih dari separuh total volume ekspor setiap bulannya,” ujarnya, Sabtu 11 April 2026.

Ia menjelaskan, tren ekspor tertinggi terjadi pada Februari 2026 dengan volume mencapai 238,05 ton. Meski jumlah jenis komoditas yang dikirim relatif terbatas, tingginya permintaan pasar global terhadap udang windu mendorong nilai transaksi bulan tersebut hingga Rp47,3 miliar.

Pasar ekspor produk perikanan Kaltim juga terus meluas. Komoditas udang beku telah menembus berbagai negara di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara, serta pasar barat seperti Amerika Serikat dan Inggris yang dikenal memiliki standar ketat.

Selain udang, Kalimantan Timur juga secara konsisten mengekspor komoditas ikan segar seperti kerapu dan bawal. Produk ini terutama dipasarkan ke Tiongkok dan Hong Kong yang memiliki permintaan tinggi terhadap ikan hidup dan segar berkualitas.

Kepala DKP Kaltim, Irhan Humaidy, menilai capaian tersebut menjadi indikator penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan daya saing produk perikanan daerah.

“Dalam rangka mendukung Astacita kedua Presiden Prabowo, kami di sektor perikanan Kaltim siap menjadi garda depan dalam penyediaan protein hewani yang berkualitas,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan ekspor ini tidak hanya berdampak pada peningkatan devisa daerah, tetapi juga diharapkan mampu mendorong kesejahteraan petambak dan nelayan lokal melalui peningkatan produksi dan akses pasar.

Ke depan, pemerintah daerah akan terus memperkuat kualitas, kontinuitas pasokan, serta standar keamanan pangan guna menjaga kepercayaan pasar internasional. Upaya tersebut menjadi kunci agar komoditas unggulan Kalimantan Timur tetap kompetitif di tengah persaingan global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....