Peternakan Kaltim Bertransformasi Dukung Ketahanan Pangan Ibu Kota Nusantara
- 03 Agt 2026 07:25 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Sektor peternakan di Kalimantan Timur terus bertransformasi menjadi industri agribisnis modern untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung kebutuhan Ibu Kota Nusantara (IKN). Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) menyiapkan berbagai strategi, mulai dari peningkatan populasi ternak, pemanfaatan teknologi, hingga penguatan keamanan pangan asal hewan.
Kepala DPKH Provinsi Kalimantan Timur, Arif Murdiyanto, mengatakan perubahan paradigma menjadi kunci dalam pengembangan sektor peternakan. Menurutnya, peternakan saat ini tidak lagi sekadar aktivitas memelihara ternak, melainkan telah berkembang menjadi industri agribisnis modern yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan peluang investasi yang menjanjikan.
"Saat ini peternakan merupakan sektor agribisnis modern yang memanfaatkan teknologi, mulai dari inseminasi buatan, perbaikan genetik, formulasi pakan, digitalisasi manajemen usaha, biosekuriti hingga pemasaran digital. Peternakan bukan lagi sekadar memelihara ternak, tetapi sebuah industri yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan peluang investasi yang besar," ujar Arif dilansir dari rilis Pemprov Kaltim pada Senin 3 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, DPKH Kaltim terus mengembangkan berbagai komoditas unggulan, seperti sapi potong, kambing, ayam pedaging, ayam petelur, ayam buras, dan itik. Komoditas tersebut menjadi penopang produksi daging, telur, susu, serta berbagai produk olahan lainnya. Saat ini, kebutuhan daging ayam dan telur di Kalimantan Timur sebagian besar telah dipenuhi oleh peternak lokal, sedangkan kebutuhan daging sapi dan susu masih memerlukan pasokan dari luar daerah.
Menurut Arif, kehadiran Ibu Kota Nusantara menjadi peluang sekaligus tantangan bagi sektor peternakan. Bertambahnya jumlah penduduk di kawasan IKN diperkirakan akan meningkatkan permintaan terhadap pangan asal ternak. Oleh karena itu, pemerintah daerah memprioritaskan peningkatan populasi ternak, produktivitas peternak, serta membuka peluang investasi guna memperkuat kapasitas produksi daerah.
Selain meningkatkan produksi, DPKH Kaltim juga memperketat pengawasan kesehatan hewan dan keamanan pangan. Pengawasan dilakukan melalui sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV), pemeriksaan rutin rumah potong hewan, surveilans laboratorium, penerapan biosekuriti, serta vaksinasi untuk mencegah penyebaran penyakit hewan menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), African Swine Fever (ASF), Avian Influenza (AI), Brucellosis, dan Rabies. Arif juga mengimbau peternak agar menerapkan biosekuriti, memanfaatkan bibit unggul, menjaga kebersihan kandang, serta segera melaporkan apabila terdapat ternak yang sakit.
DPKH Kaltim turut mendorong regenerasi peternak melalui pengembangan sumber daya manusia. Pada 2025, sebanyak 237 peternak milenial telah terdata dan mendapatkan pembinaan melalui pelatihan, bimbingan teknis, serta fasilitasi akses permodalan dan kemitraan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan ketahanan pangan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, perguruan tinggi, perbankan, pelaku usaha, dan media massa, agar Kalimantan Timur mampu menjadi penyangga utama keperluan pangan bagi Ibu Kota Nusantara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....