Inflasi Kaltim Juli 2026 Naik, Transportasi Jadi Penyumbang Terbesar
- 05 Agt 2026 15:11 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur mencatat inflasi bulanan atau month to month (mtm) pada Juli 2026 sebesar 0,18 persen. Sementara inflasi tahunan atau year on year (yoy) mencapai 3,31 persen dan inflasi tahun kalender tercatat sebesar 2,54 persen.
Kepala BPS Kalimantan Timur, Mas’ud Rifai, mengatakan inflasi Juli 2026 lebih tinggi dibandingkan inflasi pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran turut memengaruhi perkembangan inflasi di Kalimantan Timur.
“Pada Juli 2026, inflasi Kalimantan Timur secara bulanan sebesar 0,18 persen, inflasi tahunan sebesar 3,31 persen, dan inflasi tahun kalender sebesar 2,54 persen,” kata Mas’ud Rifai dalam Rilis Inflasi, Pariwisata, Transportasi, Nilai Tukar Petani, serta Ekspor dan Impor Kaltim, pada Senin 3 Agustus 2026.
Kelompok transportasi menjadi kelompok pengeluaran dengan inflasi bulanan tertinggi, yakni sebesar 1,58 persen dengan andil 0,22 persen. Sementara kelompok pendidikan mengalami inflasi sebesar 1,11 persen dengan andil 0,05 persen seiring dimulainya tahun ajaran baru 2026–2027.
“Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi secara bulanan adalah transportasi sebesar 1,58 persen dengan andil 0,22 persen. Kemudian kelompok pendidikan mengalami inflasi sebesar 1,11 persen dengan andil 0,05 persen,” ujarnya.
Bensin menjadi komoditas penyumbang utama inflasi Juli 2026 dengan andil sebesar 0,18 persen. Komoditas lain yang turut mendorong inflasi adalah daging ayam ras sebesar 0,11 persen, pelumas atau oli sebesar 0,03 persen, ikan layang sebesar 0,03 persen, serta beras sebesar 0,02 persen.
“Lima komoditas utama penyumbang inflasi pada Juli 2026 adalah bensin, daging ayam ras, pelumas atau oli, ikan layang, dan beras,” ujarnya.
Di sisi lain, sejumlah komoditas memberikan andil terhadap deflasi. Cabai rawit menjadi penyumbang deflasi terbesar dengan andil 0,11 persen, disusul bawang merah sebesar 0,09 persen, tomat sebesar 0,08 persen, emas perhiasan sebesar 0,05 persen, dan cabai merah sebesar 0,02 persen.
Berdasarkan wilayah cakupan Indeks Harga Konsumen (IHK), Kabupaten Berau mengalami deflasi bulanan sebesar 0,18 persen. Sementara Kabupaten Penajam Paser Utara mengalami inflasi 0,28 persen, Kota Balikpapan 0,25 persen, dan Kota Samarinda sebesar 0,20 persen.
Untuk inflasi tahunan, Kota Samarinda mencatat angka tertinggi sebesar 3,77 persen. Kabupaten Berau mencatat inflasi tahunan sebesar 2,88 persen, Kota Balikpapan 3,06 persen, dan Kabupaten Penajam Paser Utara sebesar 2,34 persen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....